DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Bagi wisatawan di Bali, perjalanan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai kerap menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan dengan matang.
Di tengah banyaknya pilihan transportasi, mulai dari taksi, shuttle, kendaraan rental, hingga transportasi online, kepastian armada dan waktu penjemputan tetap menjadi faktor penting, terutama bagi penumpang yang harus mengejar jadwal penerbangan.
Berdasarkan data BPS 2025, sekitar 4,3 juta penumpang domestik dan 7,6 juta penumpang internasional berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam setahun.
Angka ini menegaskan posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia, sekaligus menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan yang keluar-masuk daerah Bali.
Tingginya volume perjalanan tersebut dapat membuat kondisi lalu lintas menuju bandara berubah dengan cepat, terutama pada jam sibuk, akhir pekan, atau saat musim liburan.
Perjalanan yang terlihat dekat pun tetap perlu diperhitungkan dengan cermat agar tidak berujung terburu-buru.
Sebagai contoh, jarak dari kawasan Kuta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai hanya sekitar 5 kilometer. Dalam kondisi normal, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit.
Namun, pada jam sibuk atau periode liburan, durasi perjalanan berisiko meningkat menjadi 35 hingga 60 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Bagi penumpang dengan jadwal penerbangan yang ketat, keterlambatan menuju bandara dapat berdampak pada banyak hal, mulai dari risiko tertinggal pesawat, perubahan rencana perjalanan, hingga munculnya biaya tambahan yang tidak terduga. Karena itu, layanan transportasi yang dapat dipesan lebih awal dan memberikan kepastian waktu penjemputan menjadi semakin relevan.
Pilihan Transportasi Menuju Bandara Ngurah Rai Bali
Wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Bali kerap mencari tahu pilihan transportasi menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Saat ini, terdapat beberapa opsi yang dapat digunakan, seperti rental kendaraan pribadi, layanan antar-jemput hotel, taksi konvensional, hingga transportasi online berbasis aplikasi.
Bagi wisatawan yang mengutamakan fleksibilitas, transportasi online berbasis aplikasi menjadi salah satu pilihan yang praktis.
Selain mudah dipesan, pengguna juga dapat mengetahui estimasi biaya perjalanan sejak awal, sehingga dapat membantu mengatur anggaran perjalanan dengan lebih baik.
Namun, tantangan dalam perjalanan menuju bandara tidak hanya terletak pada pemilihan moda transportasi. Penumpang juga perlu mempertimbangkan ketersediaan kendaraan pada waktu yang dibutuhkan, durasi perjalanan, serta waktu keberangkatan yang aman agar tidak terlambat dari jadwal penerbangan.
Kebutuhan ini menjadi semakin penting saat wisatawan bepergian di musim liburan, membawa banyak barang, atau memiliki jadwal penerbangan yang tidak bisa ditunda.
Berkaitan dengan pertimbangan ini, layanan transportasi yang dapat dipesan lebih awal menjadi semakin relevan untuk membantu perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai lebih terencana.
Fitur Grab Advance Booking Tawarkan Kepastian Perjalanan dengan #JaminanOnTime Kejar Pesawat
Grab menghadirkan fitur Advance Booking yang memungkinkan pengguna menjadwalkan perjalanan lebih awal sesuai waktu penjemputan yang dibutuhkan. Dengan fitur ini, wisatawan
dapat merencanakan keberangkatan menuju bandara dengan lebih jelas, mulai dari waktu penjemputan, estimasi perjalanan, hingga biaya yang perlu disiapkan.
Melalui fitur Advance Booking, pengguna dapat memesan GrabCar mulai dari 75 menit hingga 90 hari sebelum jadwal penjemputan. Pemesanan lebih awal membantu wisatawan mengantisipasi kebutuhan kendaraan sejak awal, terutama saat peak season ketika permintaan transportasi cenderung meningkat.
Salah satu keunggulan fitur ini adalah Mitra Pengemudi akan tiba 15 menit lebih awal dari jadwal penjemputan yang telah ditentukan. Kehadiran lebih awal ini memberikan waktu cadangan bagi pengguna, sehingga perjalanan menuju bandara dapat terasa lebih tenang dan tidak terburu-buru.
Grab juga menghadirkan program #JaminanOnTime Kejar Pesawat, yaitu perlindungan tambahan pertama di Indonesia bagi pengguna Advance Booking untuk perjalanan menuju bandara.
Melalui program ini, pengguna berkesempatan mendapatkan kompensasi hingga Rp3.300.000 jika tertinggal pesawat akibat keterlambatan penjemputan oleh Mitra Pengemudi.
Kompensasi ini dapat diklaim dengan syarat pengguna telah melakukan pemesanan selambat-lambatnya 12 jam sebelum jadwal penjemputan yang ditentukan, serta memenuhi ketentuan program yang berlaku.
Untuk menggunakan layanan Advance Booking, pengguna bisa mengikuti langkah berikut:
1.Buka aplikasi Grab dan pilih layanan GrabCar.
2.Klik fitur Advance Booking yang terletak pada banner kiri bawah, tentukan waktu penjemputan dan lokasi bandara tujuan.
3.Lakukan pemesanan mulai dari 75 menit hingga 90 hari sebelum jadwal keberangkatan.
4.Untuk dapat mengikuti program Jaminan On Time Kejar Pesawat, penumpang harus melakukan pemesanan maksimal 12 jam sebelum jadwal penjemputan agar memenuhi syarat klaim.
5.Jika keterlambatan penjemputan menyebabkan pengguna ketinggalan pesawat, ajukan klaim melalui aplikasi Grab dengan melampirkan bukti perjalanan dan tiket penerbangan yang terlewat, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan penjemputan yang terjadwal, tarif yang jelas sejak awal, dan perlindungan tambahan melalui #JaminanOnTime Kejar Pesawat, pengguna dapat merencanakan perjalanan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan lebih pasti.
Bagi wisatawan yang ingin mengurangi risiko perjalanan mendadak menuju bandara, fitur Advance Booking dari Grab dapat menjadi pilihan yang praktis, nyaman, dan lebih terencana sebelum waktu keberangkatan tiba.***
Editor : M.Ridwan