Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terapi Kretek ala Andreas Siauw, Solusi Cepat Atasi Nyeri Tulang, Saraf, hingga Persendian

Tim Redaksi • Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB
LANGSUNG RINGAN: Terapi Kretek oleh ahli layanan kesehatan alternatif dan holistik, Andreas Siauw. bertempat di Bintang Resort Resort Kuta,(12/06/2026). (novian/radabali.id)
LANGSUNG RINGAN: Terapi Kretek oleh ahli layanan kesehatan alternatif dan holistik, Andreas Siauw. bertempat di Bintang Resort Resort Kuta,(12/06/2026). (novian/radabali.id

KUTA, radarbali.jawapos.com - Terapi kretek badan atau manipulasi tulang belakang, saat ini kian populer sebagai alternatif untuk meredakan ketegangan dan nyeri otot serta keluuhan kesehatan lainnya. 

Praktik ini biasanya difokuskan pada area leher, punggung, atau sendi-sendi yang terasa kaku, dengan tujuan memberikan sensasi lega serta mengurangi rasa nyeri pada tulang, saraf, otot, dan persendian. 

Andreas Siauw, ahli layanan kesehatan alternatif dan holistik spesialis kretek asal Surabaya, Jawa Timur, yang fokus pada layanan kesehatan alternatif dan holistik, telah membantu lebih dari 8.000 orang dengan berbagai keluhan tulang, saraf, otot, dan persendian. Ia membuka layanan Kretek di Bintang Resort, Kuta, Bali, pada 12–17 Juni 2026.

Kehadirannya ditujukan untuk memberikan solusi atas gejala susah tidur, migrain, saraf terjepit, nyeri leher, pundak, dan pinggang, hingga masalah kesehatan lain seperti vertigo. 

”Target pertama jam terbang sepuluh ribu orang dulu,” sebutnya, ketika ditemui radarbali.id di kompleks Discovery Kartika Plaza Kuta.

Andreas mengaku tertarik mendalami bidang ini sejak 2018. Ia terkesan dengan metode penanganan nyeri pinggang dan leher yang tergolong cepat, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk setiap sesi. 

“Awalnya saya tertarik sama bidang ini sejak 2018. Ketika itu saya melihat, apa ini ya, betulin bahu kok cuma satu menit. Betulin leher dan pinggang kok cepat? Akhirnya saya dalami karena penasaran banget,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, prosedur kretek dilakukan secara berurutan di semua titik persendian, dimulai dari jari, pergelangan, siku, bahu, hingga bagian persendian lainnya, dan berakhir pada penarikan leher serta manipulasi bagian telinga. 

Jadi, kalau ada pasien, saya selalu kasih layanan lengkap. Dimulai dari jari dulu, pergelangan, siku, bahu, turun dari leher, punuk, punggung, pinggang, serta turun ke kaki dan lutut.

Setelah itu baru kita lakukan twice (dua kali) kanan-kiri, dan akhirnya kita tarik lehernya. Dengan menarik leher, berarti semua kena. Terakhirnya di bagian kuping, itu untuk penutup. Penutup di kuping biar nggak ngantuk, biar melek kalau pulang,” jelas Andreas. 

Andreas pun menitipkan harapannya kepada para pasien yang menggunakan jasanya. Ia berharap pasien bisa sembuh secara jasmani dengan pengurangan rasa sakit tanpa perlu banyak sesi pengulangan. 

“Kalau secara jasmani jelas ya, sakitnya bisa berkurang tanpa perlu banyak pengulangan. Saya akan happy kalau di pertemuan pertama itu sudah di bawah 30 persen rasa sakitnya. Jika saat datang pertama sakitnya 90 persen, harapan saya pulang sudah di bawah 30 persen rasa sakitnya,” harap Andreas. 

Kehadiran layanan "Kretek-Kretek Enak" oleh Andreas Siauw di Bali menjadi angin segar bagi masyarakat yang mencari solusi kesehatan alternatif dan holistik.

Dengan metode kretek secara menyeluruh dari ujung jari hingga leher, ditambah rekam jejaknya yang telah membantu ribuan pasien praktik ini terbukti menjadi opsi penanganan yang cepat dan efektif untuk meredakan nyeri kronis pada tulang, otot, maupun persendian guna meningkatkan kualitas hidup secara jasmani. (novian/rid) ***

Editor : M.Ridwan
#kretek #ahli kesehatan alternatif dan holistik #Andreas Siauw