Mengapa Pesisir Bali Timur Mulai Menjadi Destinasi Kepemilikan Jangka Panjang, Ini Alasannya

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:08 WIB
DAYA TARIK BARU: Keanu Residences di Pantai Keramas di Gianyar. (IST/radarbali.id)
DAYA TARIK BARU: Keanu Residences di Pantai Keramas di Gianyar. (IST/radarbali.id)

 

GIANYAR, radarbali.jawapos.com - Seiring makin padatnya pusat-pusat pariwisata utama di Bali dan kian jenuhnya infrastruktur di sana, para penghuni maupun pembeli properti makin gencar melirik kawasan pesisir pulau yang belum banyak tersentuh.

Lahan di Canggu, Seminyak, dan Uluwatu kini kian langka dan mahal dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar lahan tersisa di sana pun lebih diorientasikan untuk sewa jangka pendek dan investasi berkonsep perhotelan, alih-alih hunian tempat tinggal yang sebenarnya.

Pantai Keramas di Gianyar — berdampingan dengan Saba serta berkembangnya area Bali Timur secara lebih luas ke arah Klungkung — mulai muncul sebagai alternatif: sebuah koridor hunian, bukan sekadar distrik pariwisata.

Keanu Residences, sebuah koleksi 10 hunian tepi pantai yang disajikan secara eksklusif di Bali Nexus, Ubud, menjadi salah satu proyek terkemuka pertama yang menandai langkah tersebut.

Lokasinya sendiri menjadi kunci utama dari apa yang membuat pembangunan ini istimewa: bentangan garis pantai dengan identitas yang kuat, namun memiliki tingkat kepadatan yang relatif rendah dibandingkan pusat-pusat populer Bali lainnya.

Menurut Charlie Hearn, Pendiri & Arsitek Utama di Inspiral Studios yang merancang hunian tersebut, kelangkaan lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan awal pemilihan tapak, bukan sekadar gagasan belakangan.

"Pendekatan ini mengurangi kepadatan dari area lain," kata Charlie. "Langkah ini menciptakan sesuatu yang dapat melengkapi infrastruktur yang ada dan memberi nilai tambah, dalam cara yang menjadi semacam tolok ukur bagi bagaimana orang-orang dapat tinggal di area tersebut."

Sekadar informasi, Inspiral Studios adalah biro arsitektur pemenang penghargaan yang dikenal lewat karya-karya hunian, hospitality, dan destinasi berbasis konteks lokal di seluruh Indonesia maupun internasional.

Karya-karya studio ini telah meraih pengakuan internasional, termasuk Prix Versailles Award dan International Design Awards.

Hal yang membedakan Keanu Residences dari kebanyakan pembangunan pesisir baru di Bali adalah strukturnya yang mengutamakan konsep hunian (residential-first): sebuah kawasan privat dan berpagar (gated community) yang dirancang untuk kepemilikan jangka panjang dan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar produk investasi berkonsep rental-pool atau jenama perhotelan.

Lahan hunian tepi pantai yang autentik di pulau ini menjadi kian sulit ditemukan — sebagian besar lahan yang tersisa di dekat air telah dialokasikan untuk hotel, resor, atau kompleks vila sewa jangka pendek.

Oleh karena itu, memiliki properti di dalam kawasan hunian privat tepi pantai dengan kepadatan rendah merupakan peluang yang makin terbatas, bukannya kian terbuka luas.

Charlie menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menghindari model perputaran cepat (fast-turnaround) dan volume tinggi yang umum ditemui pada pembangunan pesisir di tempat lain di pulau ini.

"Kerap kali pembangunan vila hanya disederhanakan menjadi formula transaksional yang asal tiru (copy-and-paste)," ujarnya.

"Untuk pembangunan ini, fokus utamanya adalah tentang warisan (legacy)." Dengan hanya 10 unit hunian dalam koleksinya, ketersediaannya sangat terbatas dari dua sisi — lokasi yang langka, serta penawaran unit yang sengaja dibuat terbatas di dalamnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Hunian Baru Keanu Residences sektor properti