Dikatakannya, dia sudah memiliki hobi memasak sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD. Bahkan saat itu, dia harus merengek meminta dibelikan perangkat memasak kepada ibunya.
Kemampuan memasaknya pun kian mumpuni seiring waktu. Dia lalu mulai mempelajari berbagai menu masakan hingga kopi. Tak hanya mendapatkan ilmu langsung dari orang lain, remaja ini juga belajar dari media sosial seperti YouTube.
Hingga akhirnya di tahun 2021 lalu, saat Bali dilanda pandemi covid-19, Kennard memiliki ide bisnis. Dia dibantu kakeknya bernama Ketut Arya yang pernah menjadi Chef di sebuah hotel milik Donald Trump di Tanah Lot. Dengan kondisi seadanya, rumah Kennard di Batubulan, Gianyar disulap menjadi sebuah cafe bernama Nad Coffe Eatery.
"Benar-benar belajar sendiri. Tertarik masak itu waktu saya kecil dari SD kira-kira umur antara 9-10 tahun. Awalnya saya menonton video lihat caranya memasak kemudian memasak jadi hobby," katanya Senin (3/4). Dalam meracik masakan, dia menjadikan kakeknya sebagai mentor.
Pada menu baru yang dicobanya, sering kali ia menjadikan sang kakek sosok tempatnya untuk sharing. Kini perkembangan bisnisnya berjalan lancar. Tempat usaha itu menjadi salah satu tempat tongkrongan favorit anak muda.
Mulai dari para pencinta kuliner seperti makanan hingga para penyuka kopi. Dia mengakui jika sosok sang kakek juga banyak berperan dalam hobi memasaknya."Jadi saya juga terinspirasi dari Kakek saya," tambahnya.
Bahkan dengan adanya bakat besar tersebut, Kennard ingin mengikuti kejuaran Master Chef Indonesia. Menurutnya kejuaran tersebut adalah kejuaran bergengsi nasional. Dia ingin menunjukan kemampuannya dalam memasak.
Sementara itu, Ketut Arya selaku kakek dari Kennard, juga mengakui bakat cucunya itu. Menurutnya banyak cita rasa yang telah dihasilkan oleh cucunya tersebut. "Banyak surprise produk baru yang dihasilkan sendiri dengan citarasa baru," katanya. Editor : Donny Tabelak