GIANYAR-Moda transportasi ramah lingkungan secara resmi diluncurkan di Ubud, Gianyar. Peluncuran itu merupakan kerjasama pemerintah provinsi Bali dengan Toyota Mobility Foundation. Peluncuran project bernama SMART Ubud ini dilakukan pada Kamis (24/8).
Project ini meliputi penyediaan shuttle on demand dan konektivitas angkutan umum Trans Metro Dewata. Nantinya SMART Ubud ini diharapkan bisa memaksimalkan sistem angkutan berbasis digital dan juga kendaraan listrik.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan I Wayan Sadra mengapresiasi project itu dalam upaya mengatasi permasalahan kemacetan dan polusi di Ubud, Gianyar. “Saya berharap program dari TMF dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Ubud dan Gianyar secara umum ke depannya terutama dalam mengatasi kemacetan,” katanya.
Dijelaskannya, berbagai potensi yang dimiliki Ubud selama ini telah mampu menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung, sehingga Bali maupun Kabupaten Gianyar dikenal akan pariwisata yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal. Namun, kemacetan menjadi salah satu pemandangan yang hampir terlihat setiap hari di Ubud.
“Namun hal tersebut tentu harus dicari solusinya. Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya melakukan koordinasi optimalisasi pemeliharaan perlengkapan jalan serta melakukan optimalisasi pengawasan dan pengaturan lalu lintas dengan pihak kepolisian,” jelasnya.
Sementara itu, Wakail Gubernur Bali, Tjok Ace dalam sambutannya juga mengapresiasi TMF dengan program SMARTnya. “Saya menyambut baik dan memberi apresiasi atas inisiatif TMF untuk menggagas, merumuskan dan melaksanakan proyek SMART ini,” ujarnya. SMART sendiri merupakan sebuah proyek non profit mobilitas berkelanjutan berbasis kendaraan listrik yang dikombinasikan dengan upaya menarik minat masyarakat menggunakan transportasi publik.
Tjok Ace mengungkapkan beberapa alasan pemprov Bali mendukung proyek tersebut. Di antaranya, sejalan dengan agenda global dan nasional menurunkan emisi karbon menuju emisi nol bersih (net zero emission).
“Kedua proyek ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi Bali nangun sat kerthi loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” sambung Tjok Ace.
Upaya mengembangkan model transportasi ramah lingkungan berbasis kendaraan listrik diharapkan menjadi salah satu jalan mengatasi permasalahan transportasi di Ubud dan mengembalikan spirit Ubud.
Tjok Ace juga meminta kepada TMF dalam menjalankan proyek SMART dapat memanfaatkan dan memberdayakan SDM dan komunitas lokal serta membangun sinergi dengan mitra lokal. (*)
Editor : Donny Tabelak