GIANYAR-Polisi akan memeriksa owner Ayuterra Resort Ubud pada Senin (11/9). Pemeriksaan dilakukan terkait kasus lift ambruk yang menewaskan lima orang karyawan.
Kuasa Hukum Ayuterra Resort, I Nyoman Wirajaya mengatakan bahwa kliennya menghormati proses hukum. "Saya berpegang pada prinsip hukum yang fair dan transparan. Dan saya yakin bahwa pihak penegak hukum juga pasti prinsipnya sama degan kita semua," katanya.
Dijelaskannya bahwa saat ini Ayuterra Resort tetap beroperasi. Begitu juga para karyawannya yang kini tetap bekerja seperti biasanya. Management Ayuterra Resort tak melakukan pemutusan hubungan kerja.
Meski begitu, dia tak menampik bahwa pasca kejadian itu, beberapa pekerja memutuskan untuk tak mau masuk kerja. "Management gak pernah memberhentikan karyawan. Malah karyawan sendiri ada beberapa yang gak mau masuk kerja. Tapi nanti kalo terus gak kerja, ya diberhentikan karena hotel juga perlu operasi terus," tandasnya.
Sementara itu, sebelumnya Kapolres Gianyar AKBP I Ketut Widiada menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada penetapan tersangka. Hal itu karena masih menunggu pemeriksaan dari saksi ahli dan pemeriksaan terhadap owner. Untuk saksi ahlihnya sendiri akan mendatangkan akademisi dan juga dari kementerian tenaga Kerja Indonesia. "Owner dijadwalkan akan diperiksa hari Senin karena mengingat saat ini owner masih mengurus asuransi untuk korban dan mengurus uang santunan," kata Kapolres Kamis (7/9).
Lanjut dia, dari peristiwa itu polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti tabung lift yang sudah hancur, roda rem otomatis dan juga satu ruas kabel seling sepanjang 6 meter. (*)
Editor : Donny Tabelak