GIANYAR-Jalan di Banjar Cebok menuju Desa Kedisan, Tegallalang dan Tampaksiring, Gianyar amblas. Diperkirakan panjang jalan yang mengalami amblas itu sekitar 30 meter dengan kedalaman 70 meter lebih.
Putusnya jalur itu menyebabkan akses utama menuju sekolah dan kantor desa setempat terganggu. I Kadek juniantara, 36, Kadus Banjar Cebok mengatakan jalan itu mulai jebol sekitar 3 tahun terakhir, sedikit demi sedikit.
Saat itu petugas Banjar dan desa setempat sempat menutup jalur menggunakan portal. Namun saat itu masih saja ada pengendara yang tak peduli dan tetap melintas jalur itu. "Dua hari lalu kami sempat kerja pasang portal biar bisa motor saja yang lewat, kalau mobil berbahaya. Kemarin sore sudah selesai, malamnya jalan langsung jebol," katanya Selasa (12/9).
Akibatnya, jalur itu putus total. Selain jalan, tanah amblas juga mengakibatkan putusnya jalur irigasi. Sehingga aliran air subak dialihkan agar kondisi tanah tidak bertambah amblas. "Sekarang mobilitas penduduk mutar lewat Banjar Tangkup. Kira-kira hampir 7 kilometer (km) untuk ke kantor desa dari Banjar cebok. Akses sekolah juga sama. Sebagian besar anak Banjar cebok sekolah di kedisan, dari paud, TK, SD sampai SMP," tambahnya.
Sementara itu, I Komang Mahardika, 32, Kadus Kedisan Kelod berharap agar ke depannya pemerintah bisa merealisasikan pembukaan badan jalan yang baru. Untuk lahan, menurutnya sudah melakukan pendekatan ke warga (13 petani). Semuanya menyetujui. "Astungkara sejauh ini tidak ada kendala pembebasan lahan, warga sudah setuju.
Sebenarnya jalur ini sangat ramai dulu. Kemarin dari PU sempat ukur rencana sender, ukur 70 meter belum sampai bawah. Timur dulu masih ada tegalan, sudah terkikis dari dulu secara perlahan. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembukaan jalan baru," pungkasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak