GIANYAR -Peristiwa longsor yang terjadi di Banjar Cebok, jalur menuju desa Kedisan, Tegallalang, Gianyar, hingga kini belum teratasi. Akses jalan yang terputus pun belum bisa dipindahkan ke jalur yang baru.
Yang terbaru, I Made Astawiguna selaku Kabid Bina Marga PUPR Gianyar mengatakan, kemungkinan perbaikan akses jalan yang longsor itu baru bisa dilakukan pada 2024 mendatang. Hal itu dikarekan tingkat kerusakan yang parah sehingga membutuhkan dana yang besar. "Dananya cukup besar tidak mungkin di tahun 2023," katanya Selasa (26/9).
Sementara itu, Wayan Santaya selaku salah satu warga Banjar Cebok, menjelaskan pihaknya mendengar jika warga dari Kedisan telah mengijinkan jika lahan Tegal dipakai untuk dilewati pembuatan jalan baru.
"Tyang (saya) dengar warga dari Kedisan semuanya mengijinkan, setiap Tegal yang dilewati jalan baru. Mungkin ini tinggal menunggu dari atas (pihak terkait)," bebernya.
Sebelumnya, kurang lebih 75 rumah di Banjar Cebok mengalami kesulitan air bersih. Dimana sebelumnya sambungan pipa air bersih disuplai dari desa Kedisan ikut putus akibat longsor tersebut. Namun beberapa hari usai kejadian, petugas PDAM Kabupaten Gianyar sudah mulai melakukan upaya alternatif.
Dimana sudah dilakukan pemasangan pipa dengan membuat intalasi terbaru melewati pematang sawah warga di sekitar lokasi. Staf perencanaan PDAM kabupaten Gianyar, I Wayan Agus Suardiana ditemui di lokasi mengatakan pengerjaan menyambungkan pipa ini dilakukan sepanjang 250 meter menggunakan pipa 3 Dim. "Disambung dan langsung bisa mengalir airnya. Menggunakan pipa 3 dim dari PDAM," ujarnya.
Sementara itu, pantauan di lokasi kejadian akibat putusnya jalur tersebut, kendaraan tak bisa lagi melintas. Selain itu, pelajar dari banjar Cebok yang akan menuju sekolah ke desa Kedisan harus memerlukan upaya ekstra.
Mereka harus memutar beberapa meter dari jalur melintasi pematang sawah. Kondisi ini cukup membahayakan. Selain karena kondisi pematang sawah yang licin dan becek, ada dua lubang besar di tengah areal persawahan juga saat ini amblas. Dimana dua tanah amblas itu jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi pertama tanah amblas.
Dua lubang itu diperkirakan berdiameter kurang lebih belasan meter. Dua lubang itu, berlokasi di tengah areal sawah yang dimana di bawahnya terdapat saluran air. Sementara itu, pada lokasi longsor utama diperkirakan panjang jalan yang mengalami amblas itu memiliki panjang sekitar 30 meter, dengan kedalaman 70 meter lebih. Posisi tanah longsor itu bersambungan langsung dengan ngarai di sisi selatan. (*)
Editor : Donny Tabelak