Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Dak Beton Proyek Studio Lukisan, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Andre Sulla • Kamis, 28 September 2023 | 04:50 WIB
TERTIMPA BETON: Tim gabungan menggunakan alat berat evakuasi jenasah, Rudi Sucitro, 33, di proyek studio, di Gianyar, Rabu 27 September 2023
TERTIMPA BETON: Tim gabungan menggunakan alat berat evakuasi jenasah, Rudi Sucitro, 33, di proyek studio, di Gianyar, Rabu 27 September 2023

GIANYAR, radarbali.id - Buruh bangunan bernama Rudi Sucitro, 33, meregang nyawa. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini tewas tertimpa reuntuham dak beton. Peristiwa ini berlangsung di tempat proyek bangunan studio lukisan di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu 27 September 2023 sekitar pukul 11.00.

Informasi yang dihimpun dari lingkungan Polsek Ubud menyatakan, peristiwa nahas ini bermula ketika Rudi Sucitro bersama dengan temannya Novan Haliman Putra, 33, Wisworo Biku, 51, dan Rahmat Hidayat, 23, sedang bekerja pada proyek bangunan studio lukisan di tender kontraktor 
Wayan Murjana, 45.

Pascakejadian, Rudi naik diatas dak beton atap bangunan. Tiba -tiba Dak beton tersebut pecah dan jebol. Rudi terjatuh bersama reruntuhan cor. "Ya sebagian dari dak beton menimpa dan menjepit tubuh korban pada bagian leher, yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat," beber sumber petugas, Rabu malam (27/9/2023).

Baca Juga: Jero Dasaran Alit Diperiksa 3,5 Jam di Polres Tabanan, Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual

Kejadian ini menjadi heboh. Jenazah evakuasi oleh anggota BPBD Gianyar dibantu Personil Polsek Ubud dengan menggunakan 1 unit alat berat jenis eskavator, sekitat pukul 13.00. Hampir stengah jam lakukan evakuasi, jenazah korban dibawa ke RS. Aricanti Mas, Ubud. Polisi langsung memintai keterangan tiga rekan dan kontraktor.

I Wayan Murjana swlaku kontraktor mengatakan, pengerjaan proyek bangunan studio milik Alan Crossman, 26, asal Jakarta Utara itu dimulai sejak 2 bulan yang lalu dengan ukuran 8x15 meter, dan jumlah buruh atau pekerja 6 orang.

Dak bangunan berukuran 4x4 meter dan sekitar 15 hari yang lalu selesai dikerjakan.  Beberapa hari sebelumnya, sang kontraktor sempat naik diatas dak, namun tidak terjadi apa-apa.

Baca Juga: Diduga Aksi Pembalakan Liar, Penebangan Pohon di Hutan Meresahkan Warga Melaya Jembrana

"Kontraktornya mengatakan demikian. Tapi kami masih selidiki," ucap sumber ini sembari mengayakan, walaupun demikian, Polisi menganalisa, bahwa kuat dugaan diduga kontruksi dak bangunan tidak kuat dan diduga masih rapuh. Sehingga saat korban naik diatas, dak kemudian jebol dan menimpa korban hingga meninggal dunia.

"Ya, kuat dugaan, kontruksi bangunan tidak memenuhin standar atau ketentuan SOP pembuatan dak beton, yang mana dak beton tersebut menggunakan besi tidak sesuai standar alis besi kecil," timpalsumber ini. Dikonfirmasi terpisah,

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan terkait adanya peristiwa ini. "Kejadian ini masih didalami anggota setempat," tutupnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#DAK #lodtunduh #tewas #studio lukis #buruh bangunan