Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lapor Pak, Ada 327 Balita di Kabupaten Gianyar Terindikasi Stunting

Marsellus Nabunome Pampur • Jumat, 13 Oktober 2023 | 07:05 WIB
Kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Kamis (12/10/2023).
Kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Kamis (12/10/2023).

GIANYAR-Sebanyak 327 balita terindikasi stunting di Kabupaten Gianyar. Jumlah itu ditemukan berdasarkan kegiatan posyandu, puskesmas, dan data PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).  

Dari 327 anak yang terindikasi mengalami stunting, 100 anak telah ditangani. “327 anak yang terindikasi bukan berarti stunting. Ini baru mengarah dan bisa dicegah atau diobati. 100 anak sudah kita tangani, dan hari ini kita melakukan pengecekan terhadap 50 anak-anak. Agar bisa diberikan tindakan atau bantuan yang tepat,” ujar PJ.Ketua TP PKK, Widiastuti Wirasa dalam kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Kamis (12/10).  

Kegiatan tersebut menghadirkan 50 anak yang terindikasi stunting dan melibatkan RSU Payangan dan RS Ari Canti, Gianyar. Menurutnya penyebab dan indikasi yang dialami berbeda-beda. "Jadi kita harus identifikasi dengan baik. Ini tidak boleh disamaratakan bantuannya harus berdasarkan hasil pemeriksaan,” imbuhnya.  

Widiastuti Wirasa optimis jika langkah-langkah yang diambilnya bisa menangani jumlah stunting yang ada di Gianyar dengan pendekatan keluarga, memberikan pemahaman tentang pola asuh yang baik, pemberian PMT ataupun dengan pemeriksaan. Senada dengan Widiastuti Wirasa, Kadiskes Gianyar Ni Nyoman Ariyuni memaparkan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan akan menjadi dasar dalam memberikan bantuan kepada anak yang terindikasi stunting.   

“Penanganannya ini tentu berbeda pada setiap anak. Jadi kita periksa dimananya yang kurang, karena kebutuhan setiap anak beda-beda. Dan kalau perlu perawatan atau pendampingan kita siapkan rujukan,” terangnya. “Tadi ada anak yang terindikasi mengalami stunting, setelah diperiksa ternyata ada masalah di jantungnya, itu langsung kita rujuk ke rumah sakit,” lanjutnya. 

Ditanya mengenai biaya perawatan, Ariyuni dengan tegas mengatakan bahwa fasilitas kesehatan di Gianyar sudah sangat baik. “Kalau fasilitas kesehatan, Gianyar jangan ditanya lagi. Pelayanannya baik, serta gratis. Kita punya BPJS, kalau tidak punya BPJS bisa menggunakan BK,” tegasnya.  

Disamping fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik, campur tangan swasta dalam penanganan stunting juga cukup baik. Ariyuni memaparkan bahwa campur tangan swasta seperti RS Ari Canti juga sangat membantu. Saat ini RS Ari Canti tengah menyalurkan CSR penanganan stunting dari pihak ketiga berupa bantuan tunai dan pemberian nutrisi.***

Editor : Donny Tabelak
#pkk #rsu payangan #puskesmas #stunting #Kabupaten Gianyar #balita