Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah Pemuda dengan Berat Badan 215 Kg di Gianyar: Pasangan Unik, Menikah Usai Pacaran 10 Tahun

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 03:35 WIB

 

PASANGAN UNIK: Bombom bersama sang istri saat ditemui di rumah belum lama ini.
PASANGAN UNIK: Bombom bersama sang istri saat ditemui di rumah belum lama ini.

GIANYAR, radarbali.id - Pernikahan antara I Putu Bagus Trisna alias Bombom, 34 dan Ayu Parianti, 38 viral di media sosial. Mereka melangsungkan pernikahan pada tanggal 16 Oktober 2023 di di Griya Pemacekan, Siangan, Gianyar. Untuk diketahui, bobot berat badan Bombom sendiri 215 Kg. Sementara istrinya 120 KG.

Ditemui di kediaman mereka di Banjar Serongga Tengah, desa Serongga, Gianyar pada Kamis (19/10), Bombom tak menyangka pernikahan mereka menjadi viral. Bahkan di akun media sosial TikTok milik Bombom, video pernikahan mereka ditonton ratusan ribu kali. Sementara di sejumlah akun Instagram, video dan foto pernikahan mereka direpost berulangkali.

"Saya kaget juga. Baru diunggah di tiktok dan dotonton ratusan ribu kali," katanya. Dikisahkannya bahwa dia dan istrinya telah saling kenal sekitar 10 tahun lalu. Dari sana, keduanya menjalin asmara. Menariknya sejak saling kenal, bobot tubuhnya sudah seperti sekarang ini. Kendati begitu, sang istri yang saat itu menjadi kekasihnya menerima kondisi Bombom.

"Sebenarnya dari dulu pengen nikah. Tapi ada aja kendala. Kendala uang, dan 2021 tyang ijin sama ibuk. Setelah dua bulan kemudian ibu saya gak ada. Uang dah terkumpul akhirnya terpending lagi. Tahun berikutnya, adik sepupu tyang menikah. Tyang dilangkahi dua orang yang sudah menikah. Dan akhirnya bulan ini dapat jadwalnya tanggal 16 Oktober," bebernya.


Persiapan pernikahan mereka dilakukan cukup singkat dalam waktu 10 hari. Bombom menjelaskan, bobot tubuhnya memang sudah bongsor sejak kecil. Bahkan saat duduk di bangku SD, bobot tubuhnya sudah 100 KG. Lalu seiring waktu, dan usia bertambah, bobot tubuhnya kian bertambah. Meski memiliki bobot tubuh jumbo, Bombom tetap melakukan aktivitas biasa.

Bahkan dia pun berangkat kerja dari rumahnya di Gianyar ke Denpasar dengan mengendarai sepeda motor. Selain itu, mahasiswa Fakultas Hukum Udayana itu juga aktif dalam dunia musik. Dia sudah mengeluarkan dua almbum musik bersama bandnya, Bombom Band. Bombom berpendapat, bahwa keterbatasan tak bisa membatasi orang untuk menikah. Termasuk dirinya dan orsng-orsng di luar sana yang memiliki berat badan yang sama.

"Jangan pernah mundur meski kondisi kita seperti ini. Yang penting berjuang saja. 6 bulan lalu tyang timbang 215 Kg. Sempat lebih dari ini juga. Tetapi ada dorongan dari istri untuk menurunkan.

Dimana sempat 228 KG," imbuhnya. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, sang istri Ayu Patianti mengatakan, awal perkenalan keduanya 10 tahun lalu bermula dari aplikasi media sosial bernama Beetalk.

Dari perkenalan itu, mereka lalu bertemu empat mata pertamakalinya di Kota Gianyar. "10 tahun pacaran, tapi putus nyambung. Banyak rintangan. Jujur, sekarang masih kek mimpi dimana akhirnya kami bisa bersatu sampai maut memisahkan," ujar Parianti.

Patianti bekerja di sebuah kantor ekspedisi di Denpasar. Sedangkan Bagus Trisna memiliki usaha sendiri di bilangan Sanur, Denpasar.

 

Di mata Patianti, Bombom merupakan sosok yang baik dan pengertian. "Saya sejauh ini gak pernah melihat di dari fisik. Saya melihat dia dari hati dan tanggungjawabnya. Walaupun orang di luar sana melihatnya sebelah mata. Saya sudah memahami karena sudah mempelajari kepribadian dia sejak lama," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#10 tahun #pacaran #bombom #menikah #215 kg