GIANYAR-Karena hujan beberapa hari terkahir, lapangan Ubud Gianyar jadi becek parah. Hal itu semakin parah lantaran lapangan itu menjadi lahan parkiran mobil. Pada Kamis (7/12), agar parkiran mobil itu tak becek lagi, permukaan tanah lapangan itu ditimbun menggunakan limestone.
Pengurukan itu dinilai paling efektif untuk mengatasi kondisi becek lapangan akibat curah hujan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar I Made Arianta membenarkan hal itu. Dikatakannya bahwa pengurukan menggunakan batu kapur itu bagian dari penataan.
"Sudah mulai dilakukan penataan dengan urugan batu kapur oleh desa adat Ubud," katanya Kamis (7/12).
Dijelaskannya, kerjasama dengan desa adat Ubud, Ginayar telah terjalin sejak 2021 silam. Sehingga proses pengurukan yang dilakukan oleh Desa Adat Ubud merupakan bagian dari tanggungjawab pelayanan parkir.
Di tahun 2021 itu, kerjasama dengan desa adat Ubud masih menggunakan kantong parkir di pinggir jalan. Sejak 2023 ada adendum perjanjian kerjasama dengan mengubah lokasi parkir. Dimana yang lokasi parkir di pinggir jalan disterilkan. Hal itu bagian dari upaya agar arus lalulintas di Ubud tak macet.
"Dan lokasinya hanya kita berikan yang di lapangan. Itu juga hanya sebagian di sisi selatan. Sebagian utaranya tetap sebagai lapangan umum," imbuhnya.
Sehingga digunakanlah lapangan Ubud sebagai kantong parkir terbaru. Untuk saat ini, kondisi arus lalulintas di Ubud sudah mulai cukup longgar.
Made Arianta juga memastikan tim gabungan Dishub Gianyar, Polsek Ubud dan Satlantas Polres Gianyar selalu siaga berupaya agar lalulintas selalu lancar. Mulai dari melakukan razia parkir liar hingga memberi sanksi penggembosan ban jika ada kendaraan yang parkir di badan jalan. ***
Editor : Donny Tabelak