GIANYAR, radarbali.id - Jembatan Belanda berusia ratusan tahun akhirnya dibongkar. Tali sling jembatan tua peninggalan Belanda yang melintang di atas Vihara Amurva Bhumi, Sukawati, Gianyar beberapa waktu lalu mulai putus. Kondisi jembatan yang nyaris ambruk pun membuat sejumlah pihak khawatir. Tak terkecuali warga yang berdoa di Vihara Amurva Bumi.
Setelah sempat ditindaklanjuti oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah Jawa-Bali beberapa hari lalu, jembatan gantung itu dibongkar secara bertahap. Pembongkaran mulai dilakukan pada Minggu (10/12/2023) menggunakan krane.
Putu Griya Adiputra, seorang petugas yang ikut dalam pembongkaran itu mengatakan, proses evakuasi bagian-bagian dari jembatan itu dilakukan secara perlahan. Guna mencegah ambruk, besi jembatan dipotong per meter dibatu dengan krane. "Ini dipotong per meter secara bertahap untuk menghindari jembatan jatuh," katanya.
Baca Juga: Amor Ring Acintya! Pantai Biaung Denpasar Makan Korban Bocah 13 Tahun, Begini Penyebabnya
Proses ini dilakukan oleh mereka yang ahli di bidang tersebut. Bagian besi jembatan yang dipotong dimulai dari sisi timur. Bagian yang terpotong kemudian diikat ke krane agar besi jembatan tak jatuh menimpa Vihara Amurva Bhumi. Proses ini membutuhkan waktu berhari-hari dan penuh kehati-hatian.
"Bisa sampai satu minggu karena membutuhkan waktu dan ketelitian. Terlebih tali slingnya putus," imbuhnya. Sebelumnya,
Tjwa Sin Liang, juru kunci Vihara Amurva Bumi di lokasi kejadian menjelaskan, tali seling jembatan mulai putus pada Jumat (1/12) sekitar pukul 17.30 WITA. 'Tali seling yang di barat putus bunyinya luar biasa keras sekali. Waktu kejadian istri saya kebetulan habis sembahyang, jembatan putus 30 menit," katanya Minggu (3/12) lalu.
Baca Juga: Ubah Taktik, Bali United Youth U-18 Ditahan Imbang Bhayangkara FC, U-16 Keok
Dijelaskannya bahwa saat itu kondisi sedang hujan deras. Saat tali seling bagian barat putus, jembatan tak ambruk karena masih tertahan tali seling sebelah Utara yang tak putus. "Kalau putus juga mungkin jembatan itu runtuh terlempar semua bisa sampai kena vihara kita," imbuhnya.
Dia menerangkan, berdasarkan sejarah yang dia dapat dari ayahnya, jembatan gantung itu dibuat tahun 1900. Namun sejak tahun 1977 jembatan itu tidak berfungsi seiring dibangunnya jembatan permanen yang saat ini jadi perlintasan kendaraan umum. Jembatan buatan belanda itu memiliki panjang kurang lebih 60 meter, dan lebar kurang lebih 5 meter.***
Editor : M.Ridwan