Renovasi Pura Prajapati Desa Adat Ubud memasuki tahap akhir. Pada Senin (19/3/2024), dilakukan Karya Rsi Gana, melaspas saha mupuk pedagingan. Berikut ini sejumlah renovasi yang bakal dituntaskan.
PURA nan megah ini bakal semakin indah. Pembangunan menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar. Dana besar ini berasal di sumbangsih Pura Ubud, dana swadaya krama adat dan juga dana bansos.
Bendesa Adat Ubud Tjokorda Gde Raka Kertyasa mengatakan yang terpenting dari pembangunan pura megah ini adalah untuk menjaga kebersamaan krama yang nanti berbuah pada pencermjnana bakti kepada leluhur dan Tuhan.
“Fisik itu bagian yang tidak permanen. Yang permanen perlu kita jaga keyakinan kita,” katanya di sela acara Melaspas saha Mupuk Pedagingan tersebut.
Sementara itu, Prajuru Desa Adat Ubud Kaja, I Nyoman Ada menambahkan Pura Prajapati ini telah diperlebar ke bagian selatan.
Dulunya kondisi pura tersebut cukup sempit dan tidak bisa menampung banyak krama yang hendak beribadah. Dari hal itu, sehingga perlu dilakukan renovasi dan pembangunan kembali terhadap pura yang diempon oleh empat desa adat se Bale Agung Ubud tersebut.
Empat desa adat tersebut yakni Ubud Kaja, Ubud Tengah, Sambahan, dan Ubud Kelod.
Di sisi lain, Ketua Panitia pembangunan I Made Roja Ekarwa menjelaskan, bahwa proses pembangunan telah dilakukan sejak 12 September 2023 hingga 12 Februari 2024.
Hal itu dilakukan usai mendapatkan persetujuan dari Krama adat dari empat desa adat tersebut. "Kini kapasitas di utama mandala bisa sekitar 150-an krama," ungkapnya.
Dia menduga bahwa pura ini bisa jadi menjadi pura yang termegah. Meski secara umum sebagian besar pura dibangun dari nol, namun ada beberapa bagian pura yang masih dipertahankan bentuk dan ornamennya.
Salah satunya di bagian pelinggih padmasana. "Hanya kami poles bagian pondasi. Begitu juga beberapa patung," lanjutnya. [*]
Editor : Hari Puspita