Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sepuluh Tahun Sekali, Puri Ubud Gelar Upacara Panca Wali Krama

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 8 Februari 2025 | 06:30 WIB

 

RITUAL SEPULUH TAHUNAN: Suasana upacara Panca Wali Krama di Puri Ubud
RITUAL SEPULUH TAHUNAN: Suasana upacara Panca Wali Krama di Puri Ubud

GIANYAR, radarbali.jawapos.com - Bertepatan dengan Sukra Kliwon Watugunung, Jumat (7/2/2025) Puri Ubud selaku pengempon menyelenggarakan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Mapedudusan Agung, Mapeselang Lan Mepedanan ring Pura Kahyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Tjampuhan Ubud.

Rangkaian karya telah diawali dengan matur piuning pada Rabu (15/12/2024). Selanjutnya, mepepada alit, mendak bagia, dan Tawur pada Sukra Kliwon Watugunung.

Upacara Panca Wali Krama merupakan bagian dari Butha Yadnya yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Upacara ini memiliki tujuan untuk menjaga keharmonisan antar manusia dengan alam serta merawat lima unsur alam.

Pengempon Pura, Prof Dr Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  mengatakan, Karya Padudusan Agung kalinimi mengambil tingkatan Tawur Pedanan Madya dengan menggunakan sarana 3 ekor Kebo.

Terkait keberadaan Pura Payogan Agung Gunung Lebah, tak lepas dari Purana Pura yang menyebutkan bahwa tempat tersebut merupakan pertemuan Akasa lan Pertiwi, pertemuan antara Lanang dan Wadon yang dibuktikan dengan keberadaan aliran Tukad Wos lanang dan wadon.

"Semoga dari karya ini membawa vibrasi positif untuk Bali," katanya di Ubud, Gianyar, Jumat (7/2/2025).

Mantan Wakil Gubernur Bali ini melanjutkan, Pura Gunung Lebah juga berkaitan erat dengan perjalanan suci Maha Rsi Markandeya dari Gunung Dieng Jawa Tengah ke Bali.

"Konon, sesampainya beliau di Bali beliau tanpa permisi sehingga banyak pengikut beliau yang sakit sampai meninggal dunia," bebernya.

Lanjut dia, kondisi tersebut membuat Maha Rsi kembali ke Gunung Raung di tanah Jawa hingga beliau mendapatkan petunjuk untuk melakukan perabasan dan membawa peradaban baru ke Bali melalui suatu upacara yadnya.

"Setelah beliau menempatkan pancadatu, baru beliau mengadakan upacara perabasan dan peradaban baru di Bali. Sejak itu, tidak ada lagi kejadian seperti sebelumnya dan di tempat ini beliau mengadakan yoga. Setelah itu baru beliau melakukan perabasan sampai Taro dan mewariskan peradaban baru," terangnya.

Pada upacara Tawur Panca Wali Krama kali ini dihadiri beberapa tokoh penting di Bali mulai dări Pangelingsir Puri, Pejabat Pemerintahan dan tokoh-tokoh penting di Bali.

Puncak Karya akan berlangsung pada Budha Kliwon Sinta rahina Pagerwesi, Rabu (12/2). Sementara Penyineban digelar Rabu (19/2), lalu Nyegara Gunung pada Recite Umanis Ukir, Minggu (23/2/2025). ***

Editor : M.Ridwan
#puri ubud #Panca Wali Krama #karya agung