Radarbali.jawapos.com- Disaat petugas gencar pemberantasan beragam bentuk judi baik darat maupun online, masih ada saja aktivitas tersebut. Tengok saja aktivitas ilegal tajen yang diduga menggunakan lahan milik aset Provinsi Bali, tepatnya di wilayah Kelurahan Abianbase, Gianyar.
Kegiatan tersebut diduga sudah berlangsung lebih dari dua bulan terakhir dan masih terus beroperasi itu tentu meresahkan masyarakat.
Sebab, ditakutkan ‘virus’ judi itu akan merambah generasi muda.
Berdasarkan dari pantauan dan informasi warga sekitar, arena tajen yang terletak tidak jauh dari Pura Dalem Abianbase, atau tepatnya dekat area pasar tradisional atau dikenal dengan nama tentenan.
"Ada empat jenis judi yang digelar dan mulai pukul 20.00 WITA," kata sumber warga sekitar yang menolak ditulis namanya.
Keempat jenis judi yang dimainkan diantaranya adalah tajen, main dadu, cap beki, dan kartu kiu-kiu atau blok kiu.
"Jadi sudah seperti kasino tradisional, yang hobi tajen bisa main tajen. Main kiu-kiu juga ada," terangnya.
Aktivitas ini tidak hanya mengundang kerumunan setiap malam, tetapi juga disebut-sebut menjadi sumber pemasukan bagi oknum tertentu.
Beberapa warga menduga bahwa praktek perjudian tersebut mendapat perlindungan dari sejumlah oknum.
Buktinya, kegiatan yang sudah berlangsung dalam hitungan bulan itu tak tercium aparat keamanan.
Warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa arena tajen tersebut bisa tetap berjalan karena diduga kuat ada ‘setoran’ kepada para oknum.
"Kalau tidak ada yang membekingi, mana mungkin bisa jalan terus tiap malam. Ini sudah lebih dari dua bulan, loh," sebut warga tadi.
Terkait izin yang disebut-sebut diberikan Bendesa Adat setempat, wartawan menghubungi Bendesa Adat Abianbase, Nyoman Sujana.
Terkait lahan Duwe Besakih/ aset Pemprov Bali yang diduga dijadikan arena judi, Bendesa Adat Abianbase Nyoman Sujana tegas membantah.
“ Tidak benar itu, “ kata Bendesa Adat Abianbase, Nyoman Sujana via telepon, Senin (5/5/2025).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat, yakni Polres Gianyar.
Kapolres Gianyar AKBP Umar yang dihubungi via Whatsapp belum membalas pesan yang dikirim.***
Editor : Donny Tabelak