Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Begitu Tersiar Kabar Pemindahan TPA Suwung ke Temesi, Warga Tiga Banjar Hadang dengan Galang Tanda Tangan, Ini Alasannya

Ida Bagus Indra Prasetia • Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:39 WIB
LANGSUNG MENOLAK : Warga bermufakat menolak TPA sampah disampaikan ke bupati, gubernur Bali hingga menteri.(Foto: IB Indra Prasetia/Radar Bali)
LANGSUNG MENOLAK : Warga bermufakat menolak TPA sampah disampaikan ke bupati, gubernur Bali hingga menteri.(Foto: IB Indra Prasetia/Radar Bali)

GIANYARRadar Bali.id – Wacana pemindahan TPA Suwung dari Denpasar ke TPA Temesi, Gianyar, mendapat penolakan. Warga Desa Temesi yang terdiri dari tiga banjar adat mengambil sikap.

Warga di Banjar Peteluan telah menggelar rapat pada 24 April, banjar Temesi rapat pada 23 April dan banjar Pegesangan rapat pada 24 April. Tiga banjar bulat menolak pemindahan TPA Sarbagita Suwung ke Temesi.

Keputusan warga disampaikan para tokoh desa pada Kamis (29/5) di Kantor Desa Temesi.

Hadir Perbekel Ketut Branayoga, Ketua BPD Ketut Purnajiwa, Bendesa Adat, Gusti Made Mastra dan Penasihat Desa yang juga Wakil Ketua DPRD Gianyar Made Suteja. Hadir pula para kelian dinas dan adat di lingkup Desa Temesi.

”Wacana pemindahan, kami tolak sesuai kesepakatan masyarakat. Selaku warga Temesi Gianyar, kami tidak bersedia menerima sampah luar kabupaten dan kota. Karena sampah merupakan tanggung jawab masing-masing daerah,” tegas Branayoga disambut sorakan para prajuru desa.

Dikatakan Branayoga, Pemkab Gianyar sebetulnya akan membangun TPST dengan bantuan dana dari Dirjen LH. TPA Temesi akan ditata ramah lingkungan, bukannya lagi ditumpuk sampah. “Sekarang sudah masuk proses lelang. “Kami harap, pemerintah provinsi memikirkan lagi rencana pemindahan,” ujarnya.

Lanjut Branayoga, bahwa selama ini, masyarakat sudah banyak dirugikan dengan adanya debu, bau sampai asap kebakaran apabila musim kemarau.

Selanjutnya, keputusan warga tersebut disampaikan kepada Bupati Gianyar, Gubernur Bali, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pekerjaan Umum. ”Kami sudah bersurat mengenai penolakan ini. Kami kirim pada 26 Mei,” tegasnya.

Bendesa Adat Temesi Gusti Made Mastra sempat kaget dengan wacana pemindahan. ”Maka desa adat menggelar rapat, termasuk Banjar adat juga ikut rapat. Saya dari desa adat, menolak pindah TPA Suwung ke Temesi. Karena wilayah kecil,” jelasnya.

Menurutnya luas TPA Temesi 7,3 hektare. ”Lahan kami menipis, sedangkan perkembangan penduduk warga bertambah,” jelasnya.

Bendesa pun memohon permakluman para pejabat provinsi. ”Kepada pak gubernur, para prajuru pemerintah Provinsi Bali termasuk DPRD Provinsi Bali, harap memaklumi,” pintanya.

Sementara itu, Ketua BPD Ketut Purnajiwa mengakui dampak lingkungan sudah pasti menimpa masyarakat. ”Sebagai warga pendamping, saya punya tegalan, akses jalan susah. Adanya lumpur dan air sampah ke tanah sawah,” keluhnya.

Sementara itu, Made Suteja, selaku Wakil Ketua DPRD Gianyar menyatakan, secara garis besar, sejak 1996 masyarakat Temesi sudah keberatan dengan kehadiran TPA Temesi. ”Namun kami di tataran prajuru, dari masa ke masa, maka kami mampu memberikan jalan keluar. Dengan sosialisasi yang intens, akhirnya masyarakat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan apa harapan. Pemerintah mampu menyeimbangkan harapan (kontribusi, red), maka TPA berjalan sampai tahun ini,” ujarnya.

Kini, warga kembali dibuat kaget dengan datangnya wacana pemindahan TPA Suwung. Tentunya, volume sampah serta dampak dari Suwung akan lebih besar. ”Kalau sampah dari 4 kabupaten dan kota masuk, maka volume sampah bertambah sekian ribu ton. Kami masyarakat pertanian dan luas wilayah kecil. Apalagi Temesi masuk desa wisata. Apakah layak dijadikan TPA?,” ujarnya.

Ia pun mendukung keputusan masyarakat untuk menolak wacana pemindahan. ”Keputusan masyarakat, tidak menerima sampah Sarbagita yang volumenya ribuan ton per hari. Kami menerima hanya sampah khusus Gianyar,” pungkasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#TPA sampah #penolakan #desa temesi #pernyataan sikap #gianyar