Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Gegara Alat Berat, Proyek Jalan Robohkan Angkul-angkul Warga di Tampaksiring, Gianyar

Ida Bagus Indra Prasetia • Kamis, 6 November 2025 | 13:20 WIB

 

AMBRUK : Angkul-angkul rumah warga ambruk akibat proyek pengerukan di Jalan Manukaya,Tampaksiring,Gianyar. (istimewa)
AMBRUK : Angkul-angkul rumah warga ambruk akibat proyek pengerukan di Jalan Manukaya,Tampaksiring,Gianyar. (istimewa)

GIANYAR, RadarBali.id – Proyek perbaikan jalan di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, menyisakan masalah setelah angkul-angkul (pintu gerbang khas Bali) milik warga setempat, I Wayan Sumerta, ambruk pada Selasa (4/11/2025).

Kejadian ini terjadi saat alat berat sedang melakukan pengerukan drainase di sekitar lokasi.

Ambruknya gerbang rumah tersebut diduga kuat terjadi karena pondasi angkul-angkul ikut terseret dalam proses pengerukan, yang menimbulkan kerugian material bagi pemilik rumah. Warga pun langsung menuntut ganti rugi dan perbaikan dari pihak pelaksana proyek.

PUPR Akui Kerusakan, Sebut Pondasi Angkul-angkul Rapuh

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Gde Astawiguna, membenarkan adanya insiden tersebut. Setelah melakukan peninjauan lokasi, Astawiguna menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memperburuk situasi.

“Konstruksi angkul-angkul tidak memiliki pondasi yang memadai. Selain itu, faktor cuaca hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan persiapan pengecoran yang sudah terpasang begesting tidak dapat dilaksanakan,” ujar Astawiguna, Rabu (5/11).

Ia menambahkan, kontur lapangan yang menurun cukup tajam serta keterlambatan pemasangan pengaman tanah di area lebih tinggi dari badan jalan juga disebut mempercepat keruntuhan.

Solusi: Perbaikan Struktur Pengaman Tanah dan Angkul-angkul

Meskipun mengakui adanya kendala teknis dan faktor alam, PUPR Gianyar memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan yang terjadi.

“Kami akan bangun dulu struktur pengaman tanahnya, baru kemudian mengembalikan kondisi angkul-angkul warga seperti semula,” tegas Astawiguna.

Pihak terkait telah menggelar pertemuan di lokasi proyek untuk mencari solusi terbaik. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dinas PUPR Gianyar, kontraktor pelaksana, pemilik rumah, serta Anggota DPRD Gianyar sebagai mediator.

“Kami, rekanan, dan warga terdampak masih mendiskusikan hal tersebut. Pada intinya, harus ada pengembalian kondisi (kerusakan),” tutup Astawiguna.

DPRD Minta Kontraktor Lebih Hati-hati

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Agung Pastika, yang memediasi pertemuan tersebut, mengimbau kontraktor pelaksana untuk lebih berhati-hati. Ia menekankan agar kontraktor memperhatikan tingkat kelabilan tanah saat proses pengerukan, terutama mengingat Bali sedang memasuki musim hujan.“Kami meminta pihak kontraktor agar memperbaiki senderan beserta angkul-angkul yang rusak,” pinta Agung Pastika, memastikan hak warga terdampak terpenuhi.[*]

Editor : Hari Puspita
#drainase #keluhan masyarakat #proyek jalan raya #gianyar