DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar tengah menjadi sorotan berbagai pihak. Sebagai wilayah dengan pendapatan asli daerah (PAD) tinggi dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR), kondisi jalan dan trotoar di kabupaten yang dijuluki Gumi Seni tersebut sangat memprihatinkan karena banyak ditemukan kerusakan yang tidak layak alias benyah latig
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Kami sudah koordinasikan penanganannya dengan Dinas Pekerjaan Umum Gianyar," terangnya saat dihubungi kemarin (31/3/2026).
Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali, Hari Ini Rabu (1/4/2026); Cuaca Cerah, Panas
Nusakti menjelaskan, meskipun kewenangan trotoar di kawasan Ubud berada di bawah Pemerintah Provinsi Bali, namun dalam pelaksanaannya disepakati adanya kerja sama dengan Pemkab Gianyar.
"Sebagian ditangani oleh kami, sebagian oleh Gianyar sesuai pembagian kewenangan pada tahun ini,” jelasnya, Selasa (31/3/2026).
Saat ini, Dinas PUPRKIM Bali tengah mematangkan rencana perbaikan yang menjadi tanggung jawab pemprov. Total panjang trotoar yang akan ditangani Pemprov Bali mencapai sekitar 7 kilometer, dari Simpang Teges hingga Kedewatan.
"Totalnya kurang lebih 7 kilometer. Untuk desainnya sedang kami detailkan, fokusnya dari Simpang Teges sampai Kedewatan," ungkapnya.
Perbaikan ini sedang dalam pematangan perencanaan. Pemerintah memerlukan waktu supaya dapat menyatukan dengan karakter khas Ubud sebagai destinasi pariwisata dunia.
Baca Juga: Dampak Konflik Perang, Ribuan WNA Tertahan di Bali, Imigrasi Gratiskan Overstay dan Percepat ITKT
Menurut Nusakti, proyek ini tak sekadar memperbaiki fungsi trotoar bagi pejalan kaki, tetapi juga bertujuan meningkatkan estetika kawasan.
Di sisi lain, Pemkab Gianyar akan melakukan perbaikan pada ruas jalan mulai dari depan Puri Ubud hingga Campuhan. Pengerjaan akan digarap tahun ini.
"Informasi yang kami terima, tahun ini Gianyar menangani ruas depan Puri Ubud sampai Campuhan,” bebernya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, buruknya kondisi jalan dan trotoar di Gianyar sempat viral dan menjadi buah bibir di media sosial. Rusaknya infrastruktur di Gianyar bahkan dijadikan konten sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan infrastruktur di daerah wisata yang banyak dikunjungi itu. Jika terus dibiarkan, kerusakan ini dikhawatirkan bakal mencoreng citra Ubud di mata wisatawan.***
Editor : M.Ridwan