Di balik keriuhan pasar seni dan pesona wisata Sukawati, terselip sebuah persoalan klasik yang kerap menghantui: anjing telantar yang dibuang begitu saja di jalanan. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman rabies, muncul sebuah oase harapan bernama Dewata Shelter.
TEMPAT itu bukanlah tempat mewah, berkesan wah. Sama sekali tidak. Berdiri dengan struktur bambu yang sederhana dan ramah lingkungan, Dewata Shelter kini menjadi rumah bagi 58 ekor anjing yang sebelumnya tak bertuan.
Namun, tempat ini bukan sekadar penampungan. Di sini, hewan-hewan yang sempat "dibuang" tersebut dirawat, disembuhkan, dan diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih layak.
Bukan Sekadar Memberi Makan
Pengelola Dewata Shelter, sosok yang akrab disapa Kak Huang, menekankan bahwa menyelamatkan hewan membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.
Menurutnya, memberikan makan tanpa pengelolaan jangka panjang justru bisa memicu masalah baru, seperti populasi yang tak terkendali hingga konflik sosial.
"Dewata Shelter lahir untuk memperbaiki cara kita memperlakukan hewan secara menyeluruh," ujar Kak Huang. "Selama ini banyak niat baik untuk menyelamatkan, namun belum selalu dibarengi dengan pengetahuan dan tanggung jawab. Di sini, kami menjalankan pendekatan terstruktur; mulai dari sterilisasi, vaksinasi, perawatan, hingga edukasi kepada masyarakat."
Ia bermimpi agar ke depan, Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kepedulian masyarakatnya yang cerdas dan beradab terhadap kesejahteraan hewan.
Sinergi Pendidikan dan Wisata
Kehadiran shelter ini juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Kepala UPTD Puskeswan Gianyar, drh. Arya Dharma, menyebutkan bahwa Dewata Shelter telah menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
"Di sini, para calon dokter hewan bisa praktik merawat hewan secara nyata. Ilmu yang didapat di kampus langsung diterapkan di lapangan," jelas drh. Arya.
Apresiasi serupa datang dari pihak pemerintah desa. Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, menilai kehadiran shelter ini sangat sinkron dengan visi Sukawati sebagai desa wisata.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan bebas dari permasalahan hewan terlantar adalah kunci kenyamanan bagi warga maupun pelancong.
"Keberadaan shelter ini sangat membantu menciptakan lingkungan yang tertib, yang merupakan bagian penting dalam pengembangan desa wisata kami," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita