Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok Aktivitas Dewata Shelter di Sukawati, Gianyar, Menampung Satwa Telantar: Dari Penyelamatan hingga Praktikkan Teori

Ida Bagus Indra Prasetia • Senin, 4 Mei 2026 | 09:10 WIB
PARA PENYAYANG SATWA : Dewata Shelter yang dibangun dengan pagar bambu ditengok oleh kepala desa, bendesa dan UPTD Puskeswan Gianyar.(ist)
PARA PENYAYANG SATWA : Dewata Shelter yang dibangun dengan pagar bambu ditengok oleh kepala desa, bendesa dan UPTD Puskeswan Gianyar.(ist)

Di balik keriuhan pasar seni dan pesona wisata Sukawati, terselip sebuah persoalan klasik yang kerap menghantui: anjing telantar yang dibuang begitu saja di jalanan. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman rabies, muncul sebuah oase harapan bernama Dewata Shelter.

TEMPAT itu bukanlah tempat mewah, berkesan wah. Sama sekali tidak. Berdiri dengan struktur bambu yang sederhana dan ramah lingkungan, Dewata Shelter kini menjadi rumah bagi 58 ekor anjing yang sebelumnya tak bertuan.

Baca Juga: Heboh Gigitan Anjing Peliharaan, Siswa SMP di Tabanan Terjangkit Rabies, Ratusan Hewan Langsung Divaksin Darurat

Namun, tempat ini bukan sekadar penampungan. Di sini, hewan-hewan yang sempat "dibuang" tersebut dirawat, disembuhkan, dan diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih layak.

Bukan Sekadar Memberi Makan

Pengelola Dewata Shelter, sosok yang akrab disapa Kak Huang, menekankan bahwa menyelamatkan hewan membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.

Menurutnya, memberikan makan tanpa pengelolaan jangka panjang justru bisa memicu masalah baru, seperti populasi yang tak terkendali hingga konflik sosial.

"Dewata Shelter lahir untuk memperbaiki cara kita memperlakukan hewan secara menyeluruh," ujar Kak Huang. "Selama ini banyak niat baik untuk menyelamatkan, namun belum selalu dibarengi dengan pengetahuan dan tanggung jawab. Di sini, kami menjalankan pendekatan terstruktur; mulai dari sterilisasi, vaksinasi, perawatan, hingga edukasi kepada masyarakat."

Ia bermimpi agar ke depan, Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kepedulian masyarakatnya yang cerdas dan beradab terhadap kesejahteraan hewan.

Sinergi Pendidikan dan Wisata

Kehadiran shelter ini juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Kepala UPTD Puskeswan Gianyar, drh. Arya Dharma, menyebutkan bahwa Dewata Shelter telah menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana.

"Di sini, para calon dokter hewan bisa praktik merawat hewan secara nyata. Ilmu yang didapat di kampus langsung diterapkan di lapangan," jelas drh. Arya.

Apresiasi serupa datang dari pihak pemerintah desa. Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, menilai kehadiran shelter ini sangat sinkron dengan visi Sukawati sebagai desa wisata.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan bebas dari permasalahan hewan terlantar adalah kunci kenyamanan bagi warga maupun pelancong.

"Keberadaan shelter ini sangat membantu menciptakan lingkungan yang tertib, yang merupakan bagian penting dalam pengembangan desa wisata kami," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#dewata shelter #hewan peliharaan #Sukawati Gianyar #kerja sosial #penyayang hewan peliharaan