GIANYAR, Radar Bali.id – Aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, kini kian leluasa dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda.
Jembatan yang dibangun oleh jajaran TNI ini memiliki dimensi panjang 10 meter dan lebar 3 meter, menghubungkan dua wilayah krusial yakni Banjar Adat Saba dan Banjar Adat Adegan.
Jalur ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang memperlancar arus transportasi warga, baik untuk kegiatan perekonomian, sosial, maupun urusan adat sehari-hari.
Baca Juga: Jembatan Kebung Putus Diterjang Hujan Deras, Akses Dua Banjar Lumpuh Total
”Program strategis nasional salah satunya membangun jembatan untuk keperluan masyarakat di desa. Ini penting bagi kami untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujar Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto saat meresmikan jembatan tersebut pada Rabu (29/7/2026).
Gubernur Bali I Wayan Koster yang hadir dalam acara peresmian bersama Bupati Made Mahayastra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian jajaran TNI terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan.
”Terima kasih Bapak Pangdam yang telah membangun jembatan ini sehingga dapat menghubungkan dua wilayah di Desa Saba. Infrastruktur ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkap Gubernur Koster. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali