Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Ubud, Dishub Gianyar Kaji Penambahan Akses Keluar

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:48 WIB
URAI KEMACETAN : Petugas mengatur lalu lintas di wilayah Ubud, Gianyar,  untuk mengurai kemacetan.(foto:Dishub Gianyar)
URAI KEMACETAN : Petugas mengatur lalu lintas di wilayah Ubud, Gianyar,  untuk mengurai kemacetan.(foto:Dishub Gianyar)

 

GIANYAR, Radar Bali.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Ubud sejak Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Badung Bangun Jalan Arteri Mengwi-Batubulan, Urai Kemacetan di Mangupura dan Denpasar

Kebijakan tersebut masih dalam tahap uji coba dan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan, terutama kawasan Jalan Made Lebah dan Peliatan.

Baca Juga: Atasi Kemacetan Kuta Selatan, Badung Kebut Jalan Lingkar Barat Rp 2,2 Triliun

Penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan melibatkan Dishub Gianyar, kepolisian, serta unsur kewilayahan. Kepala Dishub Kabupaten Gianyar, I Wayan Artawan, mengatakan bahwa pemantauan dilakukan bersama Camat Ubud I Dewa Gde Pariyatna dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Gianyar Ipda I Nengah Artanayasa.

”Dengan pemberlakuan ini kita sudah melihat dari arah Nyuh Kuning yang menuju ke Pengosekan, arah ke Ubud Kota dan Padangtegal, mengalami sedikit kepadatan. Utamanya di jalur Pengosekan-Padangtegal menuju Jalan Sugriwa yang tembus ke arah Jalan Cok Putra Sudarsana atau Jalan Raya Ubud,” ujar Artawan.

Ia menjelaskan, kepadatan tersebut salah satunya dipengaruhi kendaraan dari arah Denpasar dan Badung yang masuk melalui jalur Tebongkang, Singakerta, simpang Nyuh Kuning, kemudian menuju kawasan Ubud melalui Pengosekan.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi Jalan Made Lebah dan kawasan Pengosekan. Selama ini, kendaraan dari arah Singakerta, Jalan Nyuh Kuning, dan Lodtunduh banyak yang berbelok ke kanan atau ke timur menuju Jalan Made Lebah.

Artawan menyebut sebagian kendaraan tersebut sebenarnya tidak menuju pusat Ubud, melainkan hanya melintas menuju kawasan Tegallalang, Kintamani, dan Tampaksiring.

”Pembebanan kendaraan banyak sebenarnya bukan langsung mengarah ke Ubud. Di Jalan Raya Pengosekan itu dari arah Singakerta, Jalan Nyuh Kuning dan Lodtunduh belok kanan atau timur menuju Jalan Made Lebah,” jelasnya.

Menurut dia, arus kendaraan menuju wilayah utara Bali tersebut selama ini menjadi salah satu faktor kepadatan di Jalan Made Lebah, Jalan Raya Teges, hingga Jalan Cok Gede Rai. Melalui rekayasa yang baru diterapkan, akses kendaraan dari arah Singakerta, Nyuh Kuning, dan Lodtunduh untuk berbelok ke timur menuju Jalan Made Lebah dibatasi.

”Hanya perlintasan ini yang bikin padat, karena mereka mengikuti Google Maps untuk menuju ke Tegallalang, Kintamani dan Tampaksiring. Kalau kendaraan yang memang di Ubud, mereka sudah memiliki jalur sendiri, sudah mengerti,” kata Artawan.

Sementara itu, kondisi arus lalu lintas di Jalan Raya Pengosekan menuju utara, kawasan Monkey Forest, hingga Banjar Kalah, Peliatan, disebut lebih lengang setelah rekayasa diberlakukan.

”Ini bersifat uji coba. Kita masih melakukan evaluasi. Mungkin hari ini akan kita evaluasi, nanti apakah dimungkinkan dilakukan langsung perubahan yang bersifat solutif,” ujarnya.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menambah pintu keluar kendaraan dari arah Ubud untuk memecah konsentrasi arus di Jalan Sugriwa. Dishub juga mempertimbangkan pembukaan akses dari depan Puri Peliatan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan di simpang Ambengan.

”Kita akan coba nanti pikirkan untuk menambah pintu keluar dari arah Ubud. Mungkin kita akan balik arah yang dari di depan Puri Peliatan, kita buka untuk mengurai kepadatan yang ada di simpang Ambengan,” katanya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Ubud Gianyar urai kemacetan polres gianyar rekayasa lalu lintas Dishub Gianyar