GIANYAR, Radar Bali.id — Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang langka membuat suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Gianyar mencekam.
Baca Juga: Dampak Krisis BBM di Bali ke Pendidikan: Unud Terapkan Daring dan WFH Tiga Hari
Pemandangan antrean kendaraan mengular hingga badan jalan mewarnai kawasan tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Bali Krisis BBM, Antrean Panjang hingga Picu Kepanikan, Koster Panggil Pertamina dan Hiswana Migas
Berdasarkan data dari Polsek Sukawati pada Selasa, 13 Oktober 2026, antrean kendaraan melanda kawasan SPBU Batubulan hingga mengular sepanjang 3 kilometer. Banyak SPBU terpaksa tutup sementara atau hanya melayani jenis BBM tertentu akibat keterlambatan pasokan.
Kondisi kelangkaan ini dirasakan amat berat bagi masyarakat ber mobilitas tinggi. Tak sedikit pengendara terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga melambung tinggi demi kelangsungan aktivitas harian.
Hal itu dirasakan Ketut Kusuma, 28, pekerja swasta asal Dusun Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar. Pengendara Honda Vario ini harus rela merogoh kocek lebih dalam karena hanya tersedia Pertamax Turbo seharga Rp 19.600 per liter di SPBU yang dikunjunginya.
”Daripada motor mati tidak dapat bensin, saya beli Pertamax Turbo,” ungkap Ketut Kusuma pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kusuma menyebut, dalam kondisi normal ia biasanya hanya merogoh Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu untuk sekali pengisian. Namun, situasi darurat memaksanya mengeluarkan anggaran ganda. ”Saya beli Rp 60.000, langsung isi full. Jaga-jaga bensinnya habis, daripada tidak dapat lagi nanti. Mudah-mudahan cepat normal,” keluhnya.
Menyikapi kemacetan di sekitar SPBU, Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan menegaskan pihaknya mengerahkan 25 personel untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada Selasa, 13 Oktober 2026. Petugas disiagakan untuk mencegah kemacetan parah dan menjaga ketertiban antrean warga. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali