Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Empat Bulan Pentas Daring, Musisi Buleleng Kembali Dapat Panggung

Donny Tabelak • Selasa, 4 Agustus 2020 | 09:15 WIB
empat-bulan-pentas-daring-musisi-buleleng-kembali-dapat-panggung
empat-bulan-pentas-daring-musisi-buleleng-kembali-dapat-panggung

SINGARAJA – Para musisi di Kabupaten Buleleng akhirnya kembali mendapat panggung. Setelah memilih tiarap selama masa pandemi, mereka kembali mendapat panggung untuk menunjukkan karya dan penampilannya.


Mereka mendapat panggung lewat acara Senandung Merdeka yang digagas Dinas Kebudayaan Buleleng. 


Acara itu dipusatkan di Pantai Penimbangan, Singaraja. Sebanyak 18 band maupun penyanyi solo, akan tampil selama 18 hari berturut-turut.


Kepala Dinas Kebduayaan Buleleng Gede Dody Sukma mengungkapkan, ruang tersebut sengaja dibuka untuk memberi ruang pada pelaku musik untuk berkreasi kembali. 


“Selama pandemi ini kan mereka sudah kehilangan ruang. Mumpung sekarang sudah new normal, dan ruang seni dan budaya sudah dibuka kembali lewat Surat Edaran Gubernur, kami sediakan ruang kreasi ini pada mereka,” kata Dody kemarin.


Dalam pelaksanaan pentas musik itu, panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk areal Pantai Penimbangan, mereka harus melalui deteksi suhu. 


Pengunjung juga wajib mencuci tangan dan mengenakan masker. Di lokasi konser, panitia menyerapkan lingkaran dengan diameter 70 centimeter. Lingkaran itu yang boleh diisi oleh penonton. Tiap lingkaran berjarak 1,5 meter.


“Kursi sudah kami siapkan. Kalau kursi penuh, bisa berdiri. Kami sudah cat bentuk lingkaran. Silahkan berdiri di dalam lingkaran biar physical distancing tetap berjaga. 


Penyemprotan disinfektan juga sudah kami lakukan. Kalau ini berhasil, kami akan lanjutkan dengan pementasan bagi seniman tradisi dan seniman kontemporer,” imbuh Dody.


Sementara itu salah satu musisi, Agus Adyatmika mengatakan, ruang apresiasi itu sangat dibutuhkan bagi para musisi. Selama pandemi, musisi lebih banyak berdiam diri di rumah.


“Kalau kami bersama teman-teman itu, selama pandemi jadi punya waktu berkontemplasi. Membuat karya-karya baru. 


Selain itu sama teman-teman juga kita sempat pentas daring (online) lewat media sosial,” ujar vokalis band Ake Buleleng itu.


Selama 18 hari, ada beberapa penyanyi maupun band yang terlibat. Yakni Suci The Voice dan Angga Regina feat. Musisi Buleleng, Dorayaki Band, BNSP, Ake Buleleng, 


Join Kopi, Kalimasada, Rastafaracetamol, Soul B, Star Light, Singarokjah, Kosong Satu, WB & Menir, Avara, K21, Jem Tattoo, DD Band, Britlane, serta Tedy & Friend. 

Editor : Donny Tabelak
#empat bulan #pandemi covid-19