Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Uniknya Tari Baris Memedi Tabanan: Tarian Sakral itu Kini Diusulkan WBTB

Hari Puspita • Sabtu, 10 Desember 2022 | 18:03 WIB
UNIK DAN KHAS : Tari Baris Memedi yang diusulkan sebagai WBTB (foto: juliadi).
UNIK DAN KHAS : Tari Baris Memedi yang diusulkan sebagai WBTB (foto: juliadi).
Tarian dengan kostum berbahan keraras ini adalah salah satu tarian sakral Tabanan. Tari Baris Memedi, yang lazim dipentaskan saat suasana penguburan (ngaben) warga yang meninggal dunia kini bakal diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

APA itu Warisan Budaya Tak Benda atau intangible cultural heritage bersifat abstrak? Menurut organisasi internasional PBB,  yang membidangi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, UNESCO, WBTB warisan budaya tak benda merupakan pengetahuan, ekspresi, keterampilan, praktik, ruang budaya yang berkaitan dengan masyarakat, kelompok, maupun perorangan.

Nah, untuk tarian ini, menurut Kepala Dinas Kebudayaan I Made Sugatra, beberapa pertimbangan pihaknya mengusulkan tari baris memedi masuk dalam WBTB.

Tarian ini hanya ditarikan pada saat upacara Atiwa-atiwa saja atau ngaben massal (ngerit) di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan.

Tarian Baris Memedi ditarikan sekitar 15 orang atau lebih. Kostum yang digunakan saat menarikan Tari Baris Memedi ini sangat unik, yaitu menggunakan daun pisang kering (keraras), daun andong dan kain kasa (berwarna putih).

Para penari Baris Memedi dihias sedemikian rupa sehingga penampilannya menyeramkan. Wajah mereka dipoles hingga seperti memedi (makhluk halus).

Karena tarian ini termasuk tarian sakral maka pada saat tarian ini berlangsung tak heran jika ada beberapa penari yang kerasukan pada saat upacara.

Rangkaian para penari ini belum dikatakan selesai, jika ada yang belum sadar maka akan dihaturkan segehan di setra. Setelah mereka kembali ke setra para penari ini akan mandi ke sungai.

Tujuannya untuk membersihkan diri, kemudian kembali ke setra untuk nebusin artinya mengembalikan jiwa yang sebelumnya sempat tidak menyatu. Lalu dilanjutkan proses melukat dan disini baru dikatakan penari sadar sepenuhnya.

“Keunikkan dari sisi kostum, gerak tari penari, pakaian tari dan prosesi pementasan sangat langka inilah yang membuat kami mengusulkan tari baris memedi masuk WBTB,” terang Sugatra, Jumat (9/12).

Tari baris memedi diusulkan sebagai WBTB, selain memang keunikannya, menghindari klaim dari kabupaten lain.

Sebelum diusulkan sebagai WBTB, tari baris memedi sudah melalui tahap kajian yang matang. Mulai dari tim turun lakukan penelitian, melakukan dokumentasi berupa , foto dan video. Kemudian kajian itu sampai saat ini masih dalam proses penyempurnaan.

“Rencananya tari baris memedi kami usulkan masuk WBTB pada tahun 2023,” ungkapnya.

Dikatakan Sugatra, tahun 2023 tidak hanya tari baris memedi yang diusulkan sebagai WBTB, tetapi juga jukut gundo.Jukut sayuran gundo Tabanan ini tidak ada di tempat lain. Hanya ada di Tabanan.

Jukut gundo Tabanan banyak kelebihan. Komposisi bagus teksturnya lebih lembut sehingga sangat berbeda dengan gondo-gondo tanaman lainnya.“Itu yang membuat kami untuk mengusulkan jukut gondo sebagai WBTB,” ujar Sugatra.

Sejauh ini, sayur gundo sudah dibudidayakan oleh petani bahkan sudah dikemas menjadi keripik gundo, sudah dibuat sayur gondo, penganan dari gondo dan olahan makanan lainnya.

“Sayur gondo betul-betul menarik dan langka untuk Tabanan. Apalagi di Tabanan setiap rumah makan dan restoran sudah mulai menawarkan menu jukut gundo,” pungkasnya. (juliadi/radar bali)

  Editor : Hari Puspita
#kesenian tradisional #kesenian tradisional Tabanan #Tari Baris Memedi