Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja: Angkat Fenomena Sosial, Libatkan 20 Mahasiswa

M.Ridwan • Minggu, 8 Januari 2023 | 06:50 WIB
LURING: Pameran karya rupa seniman Undiksha Singaraja yang melibatkan 20 mahasiswa. (Foto: Eka Prasetya/Radar Bali)
LURING: Pameran karya rupa seniman Undiksha Singaraja yang melibatkan 20 mahasiswa. (Foto: Eka Prasetya/Radar Bali)
Mahasiswa pada program studi (prodi) pendidikan seni rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menghelat pameran seni rupa. Berbagai karya rupa dihadirkan. Seperti apa suasananya?

PERUPA di Undiksha sedang unjuk gigi. Mereka memajang berbagai jenis karya seni mereka. Total ada 60 karya seni yang dipajang. Karya-karya itu berasal dari berbagai jenis. Mulai dari karya lukis, kriya patung, kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramik, grafis, prasi, intermedia, serta desain komunikasi visual (DKV). Seluruh karya itu dipamerkan di Galeri Paduraksa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha.

Karya-karya itu merupakan hasil dari 20 orang perupa yang masih berstatus mahasiswa pada prodi pendidikan seni rupa Undiksha. Perupa-perupa itu merupakan mahasiswa Angkatan 2019. Mereka menamakan diri sebagai Angkatan Artmostfier.

Dalam pameran kali ini para mahasiswa mengangkat tema Exposition. Tema itu diambil untuk membeli latar belakang atas fenomena atau peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat belakangan ini.

Ketua Panitia Pameran, Romi Hartono mengatakan, pameran itu dilaksanakan secara luring. “Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saat awal pandemi, sempat dilaksanakan pameran secara daring. Kemudian berubah menjadi hybrid. Saat ini pameran kembali ke konsep awal, yakni dilaksanakan secara luring,” kata Romi saat memberikan keterangan pers di FBS Undiksha kemarin (7/1).

Menurutnya pameran tersebut serasa menjadi puncak pencapaian para mahasiswa selama menempuh pendidikan di jenjang sarjana. Sebab mereka harus menghasilkan karya, melakukan tata kelola pameran, serta melakukan proses manajerial dalam proses pameran.

“Ini mungkin jadi puncak saat menempuh pendidikan sarjana. Tapi bisa menjadi momentum awal saat proses masuk ke dunia seni,” imbuhnya.

Sementara itu kurator pameran, Gede Suardika mengatakan, pameran tersebut bukan semata-mata untuk pemenuhan tugas akhir semata. Para perupa juga diminta menghadirkan sebuah karya yang memiliki konsep, mengandung tutur maupun cerita bagi para penikmatnya.

Karya-karya yang dihadirkan juga disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa. Sebanyak lima orang memilih fokus menghasilkan karya-karya seni Lukis, sebanyak tiga orang mahasiswa menghasilkan karya seni grafis dan kriya keramik, sementara lainnya memilih bidang seni yang berbeda.

Pameran tersebut akan dibuka secara resmi pada Senin (9/1) mendatang. Pameran akan berlangsung hingga 30 Januari mendatang.

Selain menghadirkan karya-karya perupa, pameran juga akan diisi workshop karya dari seni patung, kriya kayu, prasimologi, serta intermedia. (eka prasetya/rid)

  Editor : M.Ridwan
#angkat fenomena sosial #Pameran Seni Rupa #undiksha singaraja #Angkatan Artmostfier #kriya