Pada saat diwawancarai kemarin, Ketua Inti Bali, Putu Agung Prianta didampingi Ketua Panitia Festival Imlek Bersama, Paulus Herry Arianto dan juga Ketua Pembina Inti Bali, Romo Sudiarta Indrajaya, serta Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai kemarin (17/1) menjelaskan dalam festival nanti akan ada dua acara, 28 Januari ada Parade Nusantara dan terdapat Panggung Nusantara berlokasi di Lapangan Puputan Badung.
Putu Agung menjelaskan saat parade nanti akan melibatkan 200 orang pada parade. Barongsai dari sembilan paguyuban. Ada juga atraksi Wushu berjumlah 200 orang juga. Selain itu, akan diadakan festival kuliner yang akan menyajikan makanan khas Tiongkok. " Makanan khas China ya Bakmi, Bakpao, ya pokoknya 70 persen makanan China," ucap Ketua Panitia Paulus Herry.
"Untuk acara parade Nusantara akan digelar pada Sabtu, 28 Januari pukul 16.00 – 18.00 di kawasan Jalan Gajah Mada – Catur Muka hingga Lapangan Puputan Badung. Selanjutnya pukul 18.00 Wita dilanjutkan dengan panggung nusantara yang digelar 28 – 29 Januari ini akan dihadirkan 1.200 penampil. Penampilan ini meliputi 200 barongsai dari 9 paguyuban barongsai serta parade wushu sebanyak 200 peserta. Juga ada peserta dari banjar-banjar dengan penampilan barong, rangda khas Bali, serta Reog Ponorogo,” katanya.
Ditambahkannya, pihak panitia menyediakan sebanyak 100 stand UMKM kuliner dimana 70 persennya adalah stand kuliner khas Tionghoa. "Selama pelaksanaan festival ini kami menargetkan jumlah pengunjung yang hadir sebanyak 3.000 orang. Sebelum itu, pada 23 Januari 2023 juga digelar perayaan imlek toleransi dan persembahyangan bersama," ujarnya. (feb/rid) Editor : M.Ridwan