Penampilan Sekaa Drama Gong Mahaswari disaksikan ribuan pasang mata. Sejumlah seniman lawas tampil dinatas panggung. Mereka adalah para pemain lawas dari Gianyar, seperti Wayan Suratni, Wayan Puja, Jro Suadnya, Wayan Sugita, Nyoman Luwes, Wayan Randat serta pemain pendukung lainnya.
Penampilan mereka merupakan bagian dari HUT Kota Gianyar ke-252. Koordinator pertunjukan, I Wayan Suija mengatakan lahirnya seni pertunjukan drama gong berawal dari Gianyar yang diprakarsai oleh dua seniman yaitu I Wayan Puja dan Alm. Anak Agung Raka Payadnya. “Jadi mereka merupakan cikal bakal terbentuknya drama gong di Provinsi Bali,” katanya.
Guna membangkitkan kembali seni drama gong, para seniman legendaris itu kemudian diajak kembali tampil di atas panggung. Mereka tergabung dalam Sekaa Drama Gong Mahaswari. Dalam sajiannya, mereka menampilkan cerita cerita yang berjudul “Manik Segara Wilis”.
Cerita itu merupakan kesinambungan dengan tema pesta kesenian Bali tahun ini. Dimana Sekaa Drama Gong Mahaswari Kabupaten Gianyar akan ikut tampil memeriahkan Pesta Kesenian Bali Tahun 2023 yang diadakan di Art Center.
Dijelaskan Suija, pertunjukan itu juga menampilkan seniman generasi muda. Sehingga sajiannya seperti kolaborasi lintas generasi. "Selain itu, pada pertunjukan kali ini melibatkan 65 orang, yang terdiri dari pemain lawas dan generasi penerus serta diiringi oleh Sekaa Gong Manawa Shanti dari Banjar Bayad, Tegallalang," pungkasnya.
Editor : Donny Tabelak