“Materi PKB tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi isinya akan berbeda,” kata Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani didampingi Tim Kreatif FSBJ Warih Warih Wisatsana dan Ida Bagus Martinaya dalam persiapan pagelaran budaya tersebut di kantor Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, kemarin (3/5).
Tema PKB XLV mengangkat “Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi” (Samudra Cipta Peradaban) dimaknai sebagai upaya pemuliaan laut sebagai sumber kesejahteraan semesta yang menjadi asal mula lahirnya suatu peradaban. Samudra melambangkan keluasan ilmu pengetahuan, kedalaman nilai-nilai luhur sekaligus muara berpadunya berbagai cipta, rasa dan karsa umat manusia yang melahirkan kebudayaan yang adiluhung yang merepresentasikan peradaban Krama Bali yang luhur, unggul, dan kawista.
Samudra juga melambangkan peradaban Bali yang terbuka dengan berbagai kebudayaan masyarakat dari berbagai penjuru dunia serta berpadu secara harmonis dalam memberi warna pusparagam seni budaya Bali dan mengukuhkan Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia (Bali Padma Bhuana).
Perhelatan ajang seni ini dilaksanakan di Taman Budaya Art Center Denpasar, dan di Kampus ISI Denpasar serta Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Rencananya Presiden ke-V Republik Indonesia sekaligus membuka dan melepas Peed Aya (Pawai) PKB XLV kemudian malamnya pergelaran seni di Panggung Ardha Candra Denpasar.
Pawai kali ini tidak melibatkan perguruan tinggi yang ada, melainkan hanya diikuti oleh ISI Denpasar dan sembilan Kabupaten/Kota se-Bali. Duta kabupaten kota ini menyajikan garapan seni tradisi, klasik, dan kerakyatan yang dikemas dalam bentuk prosesi display sambil berjalan dengan merespons tema Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi (Samudra Cipta Peradaban). “Nah, yang membedakan pawai kali ini ada tematik yang sudah diatur berangkai antara satu sama yang lainnya,” ucap Sulastriani.
Selain menyajikan duta dari kabupaten kota di Bali dan kelompok kesenian luar daerah. Duta kabupaten dan kota ini menampilkan kesenian khas kabupaten kota, sehingga pergelaran itu menjadi beda. Selain itu juga melibatkan sebanyak 14 kelompok kesenian luar daerah, seperti dari Jakarta, Yogyakarta, Sleman, Bekasi, Kabupaten Penajam Paser Utara, NTT, Betawi, dan daerah lainnya.
Sementara untuk pameran, ada pameran seni rupa, pameran Bali Bangkit dan stand kuliner yang hanya mengoptimalkan stand di Taman Budaya, memakai areal parkir di sebelah selatan dan di belakang Ksirarnawa. Pembukaan pameran lukisan bersamaan dengan pembukaan PKB yang menampilkan lukisan gaya Kamasan, Batuan, Padangtegal yang melibatkan sekitar 75 -80 seniman. Pada perhelatan kali ini juga memberikan penghargaan kepada 10 pengabdi seni.
Sementara Bali World Culture Celebration melibatkan peserta dari luar negeri, seperti Jepang, Thailand, Australia, Gamut berkolaborasi dengam seniman Belgia, India, Malaysia dan China. Sementara Jantra Tradisi Bali meliputi Murtirupa (demonstrasi), Pacentokan (Lomba), dan Temu Wirasa (Sarasehan). “Jumlah seniman atau pelaku seni yang terlibat pada acara PKB tahun 2023 sebanyak 18.974 orang,” ungkap Sulastri.
Sementara perhelatan FSBJ ke 5 sudah menasional dan internasional. FSBJ tahun 2023 ini mengangkat tema Citta Rasmi Segara Kerthi, Bahari Sumber Inspirasi.Materi Kegiatan yaitu Pawimba (Lomba), Adilango (Pergelaran), Utsawa (Parade), Aguron-guron (Lokakarya), Timbang Rasa (Sarasehan), Megarupa (Pameran), Beranda Pustaka & Pameran Kartun dan Bali Jani Nugraha (Penghargaan). Lomba Teater Modern Tingkat Nasional seperti Film Animasi Tingkat Nasional, Paduan Suara Tingkat Umum Se-Bali, Baca Puisi Tingkat Nasional, Stand Up Comedy Tingkat Umum Se-Bali.
Kurator FSBJ Warih Wisatsana mengatakan, untuk lomba paduan suara masih berlangsung pendaftarannya yang saat ini baru tiga pendaftar saja. “FSBJ kali ini sudah menasional dan internasional. Perhelatan sekarang ada satu pembaharuan sesuai dengan evaluasi sebelumnya,” kata Warih.(feb/rid) Editor : M.Ridwan