Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lomba Kesenian Gender Anak-Anak di PKB ke-45 Masih Minim Peserta

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 25 Juni 2023 | 19:05 WIB
BERLOMBA DENGAN GEMBIRA : Pemain gender bocah duta Desa Baluk, Kecamatan Negara, duta Kabupaten Jembrana.
BERLOMBA DENGAN GEMBIRA : Pemain gender bocah duta Desa Baluk, Kecamatan Negara, duta Kabupaten Jembrana.

Tiga duta kesenian Gender Anak-anak   di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali,Sabtu   (24/6/2023). Mereka adalah  perwakilan dari tiga kabupaten dan duta kesenian yang mengikuti wimbakara (lomba) gender wayang. Peminat masih minim.

YANG berunjuk kebolehan antara lain dari Sanggar Gender Swari Laksmi Duta Kabupaten Klungkung,  Komunitas Seni Genta Adi Candra, Banjar Dajan Rurung Batuyang, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati sebagai duta Kabupaten Gianyar dan Sanggar Candra Metu, Desa Baluk, Kecamatan Negara Duta Kabupaten Jembrana.

Mereka  memainkan gending-gending klasik pewayangan. Masing-masing duta menampilkan tiga jenis gending (lagu), yaitu Sekar Sungsang, Pamungkah dan Angkat-angkatan. 

Koordinator juri, I Gusti Putu Sudarta puas dengan penampilan mereka. Seusia mereka bisa memainkan dengan teknik yang benar. “Secara teknik, gegebug, dan pukul tutupannya lumayan bagus. Seusia mereka sudah mampu menampilkan teknik memainkan gender wayang secara baik, seperti permainan penabuh dewasa,” ujarnya. 

Mereka menampilkan gending angkat-angkatan yang disajikan sangat dinamis. Walau jenis gending itu sama, tetapi masing-masing duta menampilkan gending khas daerahnya. Angkat-angkatan itu merupakan gending wayang untuk mengiringi perjalanan tokoh dan perjalanan pasukan, sehingga dinamika betul-betul digarap. “Masing-masing kabupaten menyajikan kakhasan tersendiri untuk membawakan lagu itu,” jelas dosen ISI Denpasar itu.

Selain gending, penilaian mendasar dari dewan juri adalah teknik gegedik, pukulan tutupan, teknik permaian, kecanggihan mambawakan lagu dan penjiwaan sesuai dengan karakter lagu dengan kekuata tekniknya.

Menyatu antara gending, tenik dan “pengrasa” penjiwaan lalu yang tekahir baru tampilan gaya, polesan dalam penampilannya yang menjadi kreteria penilain.    

Lomba gender wayang anak-anak ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit bibit baru.Genre wayang ini termasuk karawitan kuno, gamelan tua, sehingga pada zaman dulu anak-anak itu tidak mungkin untuk mempelajari jenis gamelan ini.

Tetapi kini, sistemnya sudah terbangun. Bertumbuhnya sanggar-sanggar seni yang melatih gender wayang membuat sangat mudah mendapatkan penabuh gender wayang.

Sayangnya, seluruh kabupaten kota tidak semuanya berpartisipasi. Tahun 2023 ini, hanya Kabupaten Klungkung, Jembrana, dan Kabupaten Gianyar yang tampil kemarin. Dilanjutkan hari ini duta Kabupaten Tabanan, Badung, Karangasem dan Kota Denpasar. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Pesta Kesenian Bali 2023 #Lomba #pkb