Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tampilkan Seni Daerah Pedesaan, Ternyata Musik Thailand Ada Kemiripan dengan Gamelan Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 15 Juli 2023 | 04:00 WIB
DUTA LUAR NEGERI: Tim kesenian negeri Thailand menampilkan musik dan tari tradisional yang mirip kesenian Bali di arena Bali World Culture Celebration (BWCC) di Gedung Ksirarnawa (14/7/2023)
DUTA LUAR NEGERI: Tim kesenian negeri Thailand menampilkan musik dan tari tradisional yang mirip kesenian Bali di arena Bali World Culture Celebration (BWCC) di Gedung Ksirarnawa (14/7/2023)

DENPASAR,radarbali.id - Musik Indonesia dengan Thailand ada kemiripan. Hal itu terungkap saat  seniman-seniman  Thailand  dari Mahasarakam University Collage of Music ini memberikan sajian seni yang luar biasa. Berjumlah sekitar 16 seniman terdiri dari para dosen dan mahasiswa ini tampil dalam ajang Bali World Culture Celebration (BWCC) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budata, Art Center, Bali, Kamis (13/7). 

 Mereka tampil dengan gaya permainan musik yang sangat khas, serta gerak tari yang penuh ekspresif. “Malam ini, kami menampilkan musik daerah pedesaan di Thailand dekat Laos dan Kamboja. Semua alat-alat musik ini, masih dimainkan di pedesaan,” kata Prof. Arsenio Nicolas, dosen Etnomusikologi dan musik Asean ini coordinator rombongan.

Musik-musik dari daerah pedesaan tersebut  banyak diangkat ke dalam status universitas-universitas. Mengembangkan musik lama untuk membuat gaya baru, namun karakter dari musik itu masih kental.

 Baca Juga: Sanggar Seni Mangu Swara Duta Badung Angkat Cerita Giri Segara Tanu” di Parada Arja Klasik PKB XLV

“Dulunya, musik-musik dari pedesaan itu hanya dimainkan satu persatu, dan kini dicoba digabung agar menghasilkan musik nuansa baru, namun kekhasannya masih ada. Ini seperti yang sudah dilakukan di universitas-universitas di Indonesia, Thailand, Kamboja dan negara lain,” sebutnya. 

Jenis musik ini sudah banyak perubahan karena perkembangan zaman, tetapi dasarnya masih dari tradisi. Setiap pemain itu menampilkan kekhasan daerahnya yang asli, lalu dibagian akhir di gabungkan untuk memberikian nuansa baru.

“Kami merasa senang dan bangga bisa tampil di ajang PKB. Sayangnya, hanya dua hari saja di Bali, sehingga kami tak bisa menonton seterusnya. PKB sudah 45 tahun, sangat luar biasa. Dilakukan secara terus-menerus setiap tahun dan digelar selama sebulan penuh. Ini festival yang luar biasa,” ungkapnya.

 Baca Juga: STAHN Mpu Kuturan Tampilkan Seni Kolaborasi di PKB

Tim Kurator, Prof. Made Bandem mengatakan, mereka ini seniman profesional. Dari segi musik yang dimainkan banyak persamaan dengan gamelan Bali terutama yang berlaras selendro. Ini salah satu persamaan Bali dengan musik-musik di Asia Tenggara.

“Thailand ini sangat dekat dengan Bali, kalau melihat struktur tari, gerak tangan, kaki gerakan tubuh dan lainnya yang memiliki kedekatan. Apalagi, kalau mereka mementaskan cerita Ramayana atau Panji sebagai bukti, kalau kita bisa melakukan pementasan berbagi bersama khususnya di Asia Tenggara,” ujarnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#seniman thailand #PKB 2023 #thailand #Art Center #bwcc