DENPASAR, Radar Bali.id - Festival Film Pendek Internasional yang unik di Bali atau dikenal Minikino Film Week (MFW9) – Bali International Short Film Festival, siap digelar mulai tanggal (15/9/2023) hingga (23/9/2023) di Bali.
Gelaran yang didirikan sejak tahun 2015 ini diselenggarakan dalam format hybrid.
Seluruh pemutaran film dan diskusi dilakukan secara luring, sementara beberapa forum dalam Short Film Market akan diselenggarakan secara daring.
Tahun ini, MFW Bali International Short Film Festival hadir di 13 titik yang tersebar di hampir seluruh Bali.
Hal ini merupakan upaya dalam membangun kembali sekaligus memperkuat budaya sinema di Bali. Tak hanya itu, Direktur Travelling Cinema, I Made Suarbawa ungkap akan ada layar tancap atau Pop-Up Cinema, yang tahun ini akan diadakan di Desa Adat Pagi, Tabanan.
Bahkan selama sembilan tahun terselenggaranya MFW, Pop-Up Cinema terus digelar untuk tetap mempertahankan keterhubungan dengan desa.
"Selain mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kami selalu mencari rekanan desa yang aktif dan kerja sama berkelanjutan," tuturnya dalam konferensi pers, kemarin (5/9/2023).
Pasalnya di Desa Adat Pagi terdapat komunitas lokal yang mau bergerak dan tertarik dengan program yang disediakan.
“Dengan ini kami berharap terbentuknya sebuah sedaran budaya menonton dan pemutaran mandiri di desa,” sambungnya.
Semangat memberdayakan komunitas di Bali juga diwujudkan dalam bentuk program baru, yaitu Community Screening.
Adapun komunitas yang terlibat di tahun ini adalah Singaraja Menonton dan Salam Natahrare yang akan mengelola pemutaran mandiri di komunitasnya.
Community Screening ini juga menjadi usaha dari MFW9 untuk melibatkan komunitas pemutar dan pembuat film.
Utamanya yang telah aktif sepanjang tahun ini, dengan menggunakan medium film pendek untuk diskusi dan merepons isu disekitarnya.
Pihaknya juga menyadari tentang budaya film pendek di Indonesia yang datangnya bukan dari industri, melainkan dari komunitas. Sehingga program untuk edukasi dan integrasi lintas komunitas menjadi perhatian dalam gelaran ini.
“Film pendek bisa menjadi medium untuk menjangkau berbagai segmen dan wacana. Sehingga ia bisa menjangkau banyak komunitas,” kata Suarbawa.
Untuk diketahui, tahun ini MFW9 menampilkan total lebih dari 275 film pendek baik dari Indonesia maupun luar negeri, dari total 69 negara akan ditayangkan selama sembilan hari penuh.
Adapun program film pendek di MFW9 meliputi 33 program internasional; 3 Program Inclusive Cinema; 6 program S-Express 2023 Asia Tenggara; 6 program Indonesia Raja 2023; 4 VR Films; 5 Program Tamu; 7 Market Screening; serta 1 program Pool Cinema dan Begadang 2023 Official Selection.
Seluruh film dalam program selama gelaran MFW9 sudah dilengkapi dengan panduan rekomendasi batas usia dan takarir Indonesia.
Bahkan beberapa program film juga akan didampingi oleh relawan profesional sebagai active listener dari Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI Wilayah Bali.
“Kita tidak pernah sepenuhnya tahu kondisi psikologis para penonton. Di beberapa film yang memiliki konten eksplisit seperti trauma, (sehingga) kehadiran profesional sebagai active listener diperlukan untuk memberikan ruang aman,” ungkap Fransiska Prihadi, Direktur Program MFW9.
Melalui MFW9, Direktur Festival, Edo Wulia mengharapkan agar film pendek mulai dilirik dan diapresiasi lebih jauh oleh masyarakat.
“Festival film pendek seperti Minikino Film Week yang mengedepankan pertemuan fisik, saya harap bisa berumur panjang dan terus didukung oleh berbagai pihak," tuturnya.
Menurutnya, festival ini merupakan tempat terjadinya pertemuan ide, pemahaman, dan pertukaran antar pelaku industri film pendek. [*]