Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gamelan Selonding Memukau di Panggung Internasional, Komposer: Ini Upaya Menunjukan Eksistensi Musik Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 23 September 2023 | 00:05 WIB

 

Penampilan kelompok Gamelan Suling Gita Semara, Peliatan, Ubud.
Penampilan kelompok Gamelan Suling Gita Semara, Peliatan, Ubud.

GIANYAR-Salah satu jalannya yakni saat kelompok Gamelan Suling Gita Semara, Peliatan, Ubud, berkesempatan tampil di gelaran Indonesian Music Expo (IMEX). Gelaran ini merupakan event bertaraf internasional yang menghadirkan para penyanyi, musisi atau komposer musik tradisi dari seluruh Nusantara. 

Mereka datang dari Sabang Sampai Merauke dan unjuk gigi panggung IMEX yang berlangsung di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar. Pada Kamis (21/9) malam, kelompok Gamelan Suling Gita Semara, tampil di hadapan para delegasi yang juga datang dari beberapa negara dunia.

"Kami memanfaat kesempatan ini untuk menunjukan eksistensi dari gamelan klasik yang kita miliki di Bali (Selonding Bali)," kata Pacet saat diwawancara sebelum pentas.

Dijelaskannya bahwa Gamelan Selonding merupakan kesenian tradisional klasik yang berasal dari masyarakat Desa Tenganan, Karangasem.

Melalui event world music bertema  A Paradise for World Music ini, Pacet juga ingin membuktikan bahwa gamelan Selonding yang juga melekat dengan kesan klasik dan mistik, juga fleksibel jila dikembangkan. Salah satunya dengan adanya isian vokal saat pementasan, seperti yang mereka sajikan di atas panggung.

"Kami ingin menyajikan bahwa gamelan Selonding itu yang melekat dengan aktifitas ritual, terkesan mistik, sebenarnya sangat fleksibel dikembangkan. Salah satunya dari pengembangan itu kita isi vokal," tambahnya. Meski demikian, dia juga mengatakan bahwa improvisasi yang dilakukan tetap mengikuti pakem yang ada. Tak boleh melenceng dari pakem tradisional.

Malam itu, Pacet dan sejumlah rekannya sebanyak 7 orang tampil mengesankan di atas panggung. Mereka disaksikam oleh ribuan pasang mata, mulai dari penonton wisatawan asing, lokal dan juga delegasi dari sejumlah negara.

Sementara itu, Pokja Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, Edi Irawan yang juga hadir dalam pementasan itu mengatakan, Direktorat Jenderal Kebudayaan berkomitmen dengan penyelenggaraan IMEX. Menurutnya event internasional merupakan salah satu upaya memajukan musik tradisional Indonesia ke kancah dunia.
 
Menurutnya kesempatan ini juga menjadi ajang unjuk gigi baru para seniman
"Kami berharap rekan-rekan (seniman) supaya memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Artistic Dorector IMEX, Frankie Raden menjelaskan bahwa IMEX akan berlangsung hingga 24 September 2023. 

Selama empat hari, event ini akan menampilkan sejumlah musisi, penyanyi, komposer tradisional Nusantara. Mereka akan tampil di hadapan wisatawan dan juga delegasi yang hadir dari sejumlah negara di dunia. (*)

Editor : Donny Tabelak
#Musik Tradisional Indonesia #komposer #gamelan #ubud