DENPASAR,radarbali.id - Beragam boneka tradisional Jepang dipamerkan di Bali dalam pameran keliling bertajuk 'NINGYŌ: Art and Beauty of Japanese dolls.' Ningyō dalam Bahasa Jepang memiliki arti 'bentuk manusia' dan sudah memiliki sejarah yang panjang di Negeri Sakura.
Pameran yang digelar The Japan Foundation ini melibatkan sekitar 15 jenis kesenian berbeda, termasuk seni kontemporer, kerajinan tangan, fotografi, arsitektur, desain, manga, dan boneka Jepang yang diselenggarakan setiap tahun.
Adapun pameran ini dibuka untuk umum mulai dari hari ini (30/9) hingga (5/10) mendatang di CushCush Gallery, Denpasar.
"Sebetulnya budaya boneka sangat dinikmati sampai dengan sekarang, bentuknya sangat bermacam-macam. Misalnya karakter figur animasi," paparnya.
Bahan dan style-nya pun sangat beragam. Sehingga melalui pameran ini, pengunjung di Bali bisa menemukan sesuatu yang mungkin berbeda atau sama antara budaya Jepang dengan di Bali.
Salah satu Ningyō yang tak asing lagi yaitu Daruma. Daruma memilki warna merah yang menyimbolkan proteksi terhadap evil spirit. Uniknya lagi, Daruma tidak pernah terguling meskipun yang mengandung makna tersendiri.
Baca Juga: Geger, Belasan Babi Mati Mendadak di Karangasem dengan Gejala Hilang Nafsu Makan lalu Kejang-kejang
"Dia tidak pernah guling. Kalau dia mengguling, pasti balik lagi. Seperti halnya pada kehidupan, kadang-kadang kita jatuh tapi berdiri lagi, dia punya semangat yang bagus," kata Co-Founder CushCush Gallery, Suriawati.
Daruma juga dipercaya memberikan doa-doa kebahagiaan dan memproteksi orang yang mempunyainya. Maka dari itu, boneka Daruma di Jepang tak hanya dijadikan pajangan, tetapi juga dijadikan sebagai gantungan kunci, boneka dalam ukuran yang lebih kecil, dan lainnya.
Ada juga boneka yang sangat populer di antara anak-anak perempuan di Jepang yang bernama Licca-chan. Dalam pameran ini ditampilkan Licca-chan dari tahun 1967 dan tahun 2003.
Baca Juga: Eks Kapten Perseden Denpasar Ini Sibuk sebagai Ajudan Wali Kota, Belum Ada Kepikiran sebagai Pelatih
Lebih lanjut, pameran ini sudah mengelilingi wilayah Indonesia, yakni di Galeri Nasional, ITS Surabaya, dan terakhir yaitu di Bali.
"Kami sangat bahagia bisa sharing tentang budaya Jepang dengan masyarakat luas di Bali. Kita belajar tentang budaya mereka dan kita tahu apa sih kesamaan dengan di sini," ungkapnya.
Setelah dua minggu dipamerkan di Bali, pameran ini akan berkeliling ke Nepal dan sejumlah negara lainnya. ***