Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Brida Tabanan Meneliti Keberadaan dan Sejarah Barong Bangkung: Telisik Sampai Tuntas untuk Pelestarian

Juliadi Radar Bali • Minggu, 5 November 2023 | 18:00 WIB
SUDAH TRADISI : Suasana ngelawang Barong Bangkung di Tabanan saat momen perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.(juliadi/radar bali)
SUDAH TRADISI : Suasana ngelawang Barong Bangkung di Tabanan saat momen perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.(juliadi/radar bali)

Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan mulai melakukan rekonstruksi sejarah Barong Bangkung yang ada di Tabanan. Rekonstruksi barong bangkung ini dilakukan bagian dari melestarikan adat dan budaya.

TERKAIT ini, Brida menyebut bahwa beberapa lalu pihaknya telah melakukan rapat mengundang sejumlah instansi di Kantor Camat Kediri, Tabanan.

Rapat yang dilakukan itu bagian dari langkah awal untuk melakukan identifikasi sejarah barong bangkung di Tabanan.

"Hasil rapat beberapa waktu itu, baru sebatas sharing dan bagian dari penggalian keberadaan barong bangkung di Tabanan bersama pihak terkait yang diundang dalam rapat," ujar Kepala Brida Tabanan,  I Gusti Made Darma Ariantha, Sabtu (4/11/2023).

Setelah lengkap baru pihaknya nanti menggelar kegiatan diskusi melalui Forum Group Discussion (FGD). "Kami gali data dulu biar lebih komprehensif. Sebelum nantinya dilakukan FGD," jelasnya.

Darma Arintha mengenaskan rekonstruksi barong bangkung sebagai upaya mendata berapa jumlah sekaa barong bakung di Tabanan dan upaya pihaknya melaksanakan pelestarian adat dan budaya.

Selama ini masyarakat mengetahui ngelawang dan barong bakung yang hanya dapat disaksikan saat momen peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Namun yang terpenting dari rekonstruksi ini, dilakukan untuk memberikan pandangan secara jelas barong bangkung itu sendiri, karena ada hubungannya dengan Pura Pucak Padang Dawa.

Rancangan merekonstruksi tersebut nantinya bakal dipimpin langsung oleh Brida Tabanan. “Bahkan untuk mengkaji itu kami membentuk tim tentunya melibatkan dinas terkait salah satunya Dinas Kebudayaan Tabanan,” tegasnya.

Darma Ariantha menambahkan rekonstruksi barong bakung ini tujuannya untuk memberikan gambaran jelas kepada masyarakat bagaimana Barong Bangkung khusus di Tabanan itu ada.

Apalagi sekarang Barong Bangkung sedang familiar di masyarakat. Supaya nanti kesannya terhadap Barong Bangkung ini orientasinya tidak ke upah saja karena ada tradisi Ngelawang. Harapannya dengan adanya rekonstruksi masyarakat semakin paham sejarah Tabanan.

“Kajian ini bagian dari mengetahui cikal bakal sejarah Tabanan. Tapi nanti tidak hanya Barong Bangkung saja yang diulas. Termasuk barong Buntut, Barong Macan, Barong Ket dan lain-lain," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#barong #BRIDA #kesenian #ngelawang