GIANYAR-Duo musisi nasional, Endah and Rheza hingga saat ini masih berkiprah di belantika musik tanah air. Dua musisi yang juga pasangan suami istri itu kini cukup konsen dalam isu-isu lingkungan, termasuk isu perubahan iklim.
Menariknya, karena kepedulian mereka terhadap keberlangsungan lingkungan, mereka juga memberlakukan riders tanpa kemasan plastik saat manggung. Artinya, penyelenggara panggung musik yang mengundang mereka, wajib tak menyediakan bahan makanan atau minuman kemasan plastik.
Ditemui di Monkey Forest Ubud, Gianyar pada Sabtu (4/10), Endah mengatakan keputusan mereka untuk memberlakukan riders tersebut karena kepedulian terhadap isu lingkungan. Dimana riders yang mereka terapkan dimulai di tahun 2017 lalu.
Namun saat itu, riders yang mereka minta ke penyelenggara event masih tak cukup ketat. Namun sejak tahun 2020, riders tersebut wajib dilakukan oleh penyelenggara event musik jika mengundang Endah and Rheza.
"Tapi dari tahun 2020 kami makin kencang menerapkan riders itu. Bahkan di kafe usaha kami, kami sudah tak menggunakan bahan plastik lagi. Tapi itu harga yang harus kita bayar untuk lingkungan kita," tambahnya.
Salah satu lagu baru mereka bertajuk Plastik Tree juga berisikan lirik terkait isu lingkungan, terutama sampah plastik. Pada kesempatan yang sama, Rezha mengaku jika komitmen mereka untuk mengurangi sampah plastik tak hanya berlaku saat di panggung saja.
Di kehidupan pribadi, mereka juga menerapkan gaya hidup mengurangi sampah plastik. "Paling tidak sekarang kita sudah bergerak. Gaya hidup kita sudah berubah. Sejak kenal Roby Naavicula, nonton Pulau Pastik (film), kami mengurangi plastik. Kembali bawa tumbler, mengurangi sampah plastik," bebernya.***
Editor : Donny Tabelak