Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lestarikan Kesenian Klasik, 28 Kelompok Peserta Ikuti Festival Legong Keraton Lasem

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 6 November 2023 | 13:00 WIB
LESTARI: Salah satu kesenian tari Legong Keraton yang masih terus di pentaskan di sejumlah puri di Kota Denpasar.
LESTARI: Salah satu kesenian tari Legong Keraton yang masih terus di pentaskan di sejumlah puri di Kota Denpasar.
 
DENPASARradarbali.id-  Kota Denpasar dikenal kaya dan kental dengan seni dan budaya  serta diperkuat oleh puri-puri yang masih bertahan. Salah satu kegiatan penguatan kebudayaan,   Festival Legong Keraton Lasem VIII se-Bali yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar bersama Puri Agung Denpasar. 
 
Total peserta 28 kelompok, sehingga total orang yang ikut 84 orang. Acara  dibuka secara resmi Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang ditandai dengan Pemukulan Gong di Jaba Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (4/11/2023).
 
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan menjadi wahana penguatan dan pelestarian Kesenian Klasik Palegongan, khususnya Tari Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar. 
 
Baca Juga: Astungkara! Gaya Lukisan I Gusti Made Deblog dan Tari Baris Kekupu Ditetapkan Jadi WBTB
 
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pangelingsir Puri Agung Denpasar, AA Ngurah Wira Bima Wikrama, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karywawati, Konsultan Seni Kota Denpasar, serta undangan lainnya. 
 
Pangelingsir Puri Agung Denpasar, AA Ngurah Wira Bima Wikrama saat  menjelaskan, melalui Festival Legong Keraton Lasem ini menjadi langkah konkret dalam mendukung dan menguatkan kesenian klasik, khususnya palegongan di Kota Denpasar. Sehingga melalui Festival Legong ini, diharapkan kesenian palegongan tetap eksis sebagai kesenian klasik dan memiliki ciri khas tersendiri. 
 
“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat mendukung pelestarian kesenian klasik Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar,” ujarnya.
 
Baca Juga: Menyaksikan Kesenian Sakral Tari Gambuh di Desa Adat Anturan, Wajib Dipentaskan Setiap Piodalan
 
Dikatakannya, selain melestarikan kesenian Tari Legong Keraton Lasem, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan sejak dini Tari Legong Keraton Lasem. Hal ini mengingat tarian ini merupakan dasar dari seluruh jenis Tari Bali. 
 
Ditambahkannya, lomba ini dikhususkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dengan materi Legong Keraton Lasem yang menggunakan kaset Aneka Record STSI Vol. 5. "Kegiatan yang dilaksanakan untuk kali ke delapan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar," tegasnya. 
 
Adapun Festival Tari Legong Keraton Lasem ini akan memeprebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Selain itu, festival ini akan memperebutkan Juara I, II dan III, Harapan I, II dan III serta Penampilan Terbaik Individu. ***
Editor : M.Ridwan
#kota denpasar #Legong Keraton #puri #kesenian #radarbali