GIANYAR, Radar Bali.id-Tahun politik terkadang menguntungkan seniman khususnya musisi. Mereka bisa mendapatkan job manggung dari acara-acara kampanye partai poliitik.
Namun secara tak langsung, tahun politik ini juga bisa membuat para musisi terkotak-kotak. Di Bali sendiri, salah satu musisi yang merasakan hal itu adalah Joni Agung.
Musisi senior yang merupakan vokalis band reggae terkemuka di Bali, Joni Agung and Double T, ini mengungkap sisi lain yang dialami dirinya bersama band yang dialami selama tahun politik ini. Dimana, karena keadaan mereka seperti terpaksa mengkotak-kotakan diri untuk mengisi acara partai tertentu.
Menurutnya, jika dia dan bandnya sudah bermain di salah satu acara partai atau tertentu, maka secara tak langsung, kubu lain tak akan lagi memakai jasa bandnya untuk berkampanye.
"Kalau kita dari menurut pengalaman, kalau sudah main di salah satu acara partai tertentu gak akan mungkin main di acara partai lain," katanya ditemui di acara donor darah yang digelar oleh Teman Parta di Wantilan Pura Dalem desa adat Giwang, Gianyar, Sabtu (20/1/2024).
Dijelaskannya bahwa kondisi itu terjadi begitu saja. Bukan karena adanya komitmen dari band atau pun karena adanya kontrak politik dengan kubu tertentu. "Itu bukannya komitemen. Artinya yang mana order kita duluan. Kita gak mungkin diajak ke kubu lain," imbuhnya.
Kondisi ini kata dia terjadi dengan sendirinya di Bali. Meski Joni Agung sendiri tak berani menyamaratakan kondisi itu dengan musisi atau band lain di Bali.
Menurutnya, tahun politik seharusnya menjadi berkah bagi band atau musisi. Kerena akan banyak job yang masuk. Mulai dari parpol dan kubu politik.
Namun faktanya, jika satu band atau musisi sudah pernah mengisis kegiatan politik kubu tertentu, maka kemungkinan besar band atau musisi yang sama tak akan lagi diundang oleh kubu sebelah atau partai lain.
"Tapi yang jelas yang terjadi di Bali, kalau sudah main di partai atau kubu tertentu gak akan ditawari oleh kubu atau partai lain," sambungnya.
Saat ditanya apakah dirinya pernah ditawar untuk menjadi Caleg oleh partai tertentu, Joni Agung tak menampik. Pria yang juga merupakan seorang guru yoga ini mengatakan, hampir di setiap tahun politik dirinya kerap mendapat tawaran masuk Parpol.
Bukan tanpa alasan, Joni Agung merupakan salah satu musisi senior di Bali. Dia memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan. Khususnya dari para penyuka musik reggae. Namun dari semua tawaran yang masuk, Joni Agung memilih untuk tidak mau masuk dalam pusaran politik.
"Kalau nawarin jadi caleg dari dulu ada. Tapi umur sudah lewat. Dan dari keinginan saya emang nggak ada ke sana. Harapannya biar beda pilihan, tetap rukun siapa pun yang menang. Mari membangun bangsa ini dengan baik," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita