2024 ini, memasuki tahun keenam, Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Buleleng melakukan inovasi lomba. Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng akan menambah satu kategori lomba, yakni mengetik menggunakan keyboard beraksara Bali atau lomba mengetik dengan keyboard tamiang aksara Bali.
DALAM keterangannya, Kepala Disbud Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan bahwa penambahan kategori lomba ini sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas, sehingga aksara Bali tidak tergerus perubahan zaman.
Di tahun 2023, Disbud Buleleng melombakan enam kategori lomba. Selain lomba tersebut, lomba lainnya yaitu nyurat aksara Bali tingkat SD, nyurat lontar tingkat SMP, debat mebasa Bali tingkat SMA/SMK, lomba ngwacen lontar usia 19-23 tahun, mesatua paiketan krama istri, dan mapidarta antar bendesa adat.
Secara teknis, para peserta lomba akan ditunjuk oleh kecamatan masing-masing. Satu orang akan mewakili satu lomba, kecuali lomba debat yang akan berisikan tiga orang dalam satu regu. Sehingga total peserta 81 orang, yang mayoritas melibatkan generasi muda.
"Untuk tahun ini, ada lomba baru yaitu mengetik menggunakan keyboard aksara Bali untuk tingkat SMA/SMK. Mereka akan didampingi penyuluh aksara Bali. Lomba ini hanya di Kabupaten Buleleng, di tingkat provinsi tidak dilombakan," kata Wisandika ditemui pada Senin (22/1/2024).
Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024 akan mengambil tema Jana Kerthi-Dharma Sadhu Nuraga, yang dimaknai sebagai altar pemulian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kebenaran, kebijaksanaan, dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri Krama Bali.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali VI di Kabupaten Buleleng rencananya akan berlangsung pada tanggal 12 Februari 2024.
Nantinya, para juara di Kabupaten Buleleng akan mendapatkan pembinaan sebelum akhirnya kembali mengikuti lomba Bulan Bahasa Bali di tingkat provinsi.
"Mari seluruh masyarakat Buleleng terutama pada generasi muda agar tetap melestarikan penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali," pesan Wisandika. [*]
Editor : Hari Puspita