Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lestarikan Tradisi, Ibu-Ibu PKK di Ubud, Gianyar Unjuk Ekpresi di Gelaran Mesatua Bali

Marsellus Pampur • Selasa, 20 Februari 2024 | 04:00 WIB
TAMPIL EKSPRESIF : Ibu-ibu peserta menunjukan kemampuannya di depan para peserta lain dan juri. (marsello pampur)
TAMPIL EKSPRESIF : Ibu-ibu peserta menunjukan kemampuannya di depan para peserta lain dan juri. (marsello pampur)

Sungguh membanggakan. Untuk melestarikan budaya dan adat Bali, sejumlah ibu PKK di Kelurahan Ubud, Gianyar terlibat aktif dalam lomba Mesatua Bali. Lomba itu digelar di Museum Puri Lukisan Ubud, pada Minggu (18/2/2024) sore. Selain untuk pelestarian, lomba ini juga digelar dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Bali.

SEJUMLAH acara memang dihelat secara  khusus. "Ini untuk pelestarian budaya Bali di tengah masyarakat, khususnya Ubud," kata Ketua Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati di sela kegiatan. Dijelaskannya, Ubud saat ini jadi salah satu tujuan pariwisata dunia.

Secara tak langsung, masyarakat berlomba-lomba untuk mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan lainnya. Namun dikarekakan oleh hal itu pula, pihaknya mengkhawatirkan tradisi yang ada juga suatu waktu bisa saja tergerus kemajuan pariwisata.

"Sehingga melalui kegiatan ini kami berupaya untuk memparalelkan pelestarian bahasa Bali agar jangan sampai ditinggalkan," ujarnya. Menurutnya, kearifan lokal menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Ubud.

Sehingga tradisi mesatua Bali harus tetap dilestarikan. Selain untuk keberlangsungan tradisi, hal ini juga untuk mempererat persaudaraa  antara warga.

Dalam kegiatan itu, para peserta yang terlibat merupakan perwakilan PKK setiap Banjar dan lingkungan di kelurahan Ubud, Gianyar.

Ida Bagus Oka Manuaba selaku salah satu juri menyatakan, dalam lomba ini ada lima kriteria yang akan dinilai.

Mulai dari anggah ungguhing basa Bali, vokal variasi bunyi dan nada, keutuhan cerita hingga petuah yang ingin disampaikan, kemampuan bercerita, penampilan penguasaan panggung serta penghayatan atau ekspresi mimik wajah dan gerak tubuh.

Para peserta diberi waktu masing-masing 15 menit untuk menunjukan kebolehannya. [*]

Editor : Hari Puspita
#Lomba #Bulan Bahasa Bali #mesatua bali #gianyar