NEGARA, Radar Bali.id - Nominasi tiga besar peserta lomba Ogoh -ogoh dari masing-masing kecamatan di Jembrana, dipamerkan di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, (5/3/2024).
Pemeran selama tiga hari ini sekaligus penilaian untuk menentukan tiga juara dan dua harapan tingkat kabupaten.
Peserta lomba mengapresiasi konsep penilaian dengan pameran dibandingkan dengan pawai seperti yang sudah digelar tahun-tahun sebelumnya jelang Hari Raya Nyepi.
Karena dengan konsep pameran Ogoh-ogoh dan sketsanya dipamerkan, ruang apresiasi masyarakat lebih banyak.
"Daripada pawai pengarakan banyak biaya, masyarakat juga bisa menonton sebentar," ujar Kadek Agus Wiliar Sutarjaya, dari STT Satya Dharma Kerthi Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Pekutatan.
Konsep penilaian untuk tingkat kabupaten ini, lebih baik digelar dengan pameran selama tiga hari seperti yang saat ini dilakukan.
Karena masyarakat juga bisa menonton lebih lama, jumlahnya juga bisa lebih banyak daripada pengarakan.
Pada hari pertama pameran saja, masyarakat sudah banyak menonton dan menanyakan mengenai tema Ogoh-ogoh yang dibuat.
Agus menambahkan, pembuatan Ogoh -ogoh selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp 40 juta, masuk dalam nominasi tiga besar dari Kecamatan Pekutatan.
Selaku arsitek pembuatan ogoh-ogoh, berharap bisa memenangkan lomba yang digelar Pemerintah Kabupaten Jembrana ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana Anak Agung Komang Sapta mengatakan, konsep pameran untuk penilaian tingkat kabupaten ini baru pertama kali digelar.
Sebelumya dengan pawai di jalan, dinilai masih kurang efektif sehingga dibuat pola baru dengan konsep pameran. "Selain pameran Ogoh-ogoh yang sudah jadi, dipamerkan juga sketsanya," ujarnya.
Dengan konsep pameran ini, tidak hanya bisa menjadi menjadi ruang apresiasi bagi STT yang masuk tiga besar dari masing -masing kecamatan.
Tetapi juga edukasi bagi masyarakat Jembrana. "Kegiatan pameran ini juga mendukung UMKM, karena selama pameran juga banyak UMKM yang membuka lapak di sekitar pameran," ujarnya.
Kegiatan pameran selama tiga hari ini, tidak menutup kemungkinan menjadi event tahunan sebagai salah satu daya tarik wisata.
"Kami nanti juga minta evaluasi dan penilaian dari masyakarat, serta Bupati Jembrana. Apabila memang lebih baik dari pawai, bisa digelar setiap tahun menjadi even pariwisata dan budaya," tegasnya.
Sebanyak 15 Ogoh -ogoh dari 5 kecamatan di Jembrana ini, akan memperebutkan 5 juara. Diantaranya juara pertama, kedua dan ketiga, serta harapan pertama dan kedua. Hadiah total yang diperebutkan sekitar Rp 52 juta.
Rinciannya Juara 1 mendapat Rp 15 juta, juara 2 Rp 12 juta, juara 3 Rp 10 juta, dan harapan 1 dan 2 masing-masing Rp 7 juta.[*]
Editor : Hari Puspita