Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liku-Liku Tari Legong Peliatan, Ubud, Gianyar, yang Lestari hingga Kini-2: Penari Wajib Penuh Penghayatan

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 23 Juni 2024 | 01:20 WIB
FASIH  CERITAKAN TARI LEGONG: Anak Agung Gde Oka Dalem fasih memaparkan seluk-beluk tari Legong Peliatan, Ubud. (ni kadek novi febriani)
FASIH CERITAKAN TARI LEGONG: Anak Agung Gde Oka Dalem fasih memaparkan seluk-beluk tari Legong Peliatan, Ubud. (ni kadek novi febriani)

Tarian Legong Peliatan, Ubud, Gianyar, ini dikenal punya Tingkat kesulitan tersendiri bila dibandingkan dengan tarian lain. Tak ayal, penarinya yang mampu membawakan dengan baik, dipastikan bisa membawakan tarian lain.

 

SALAH seorang penari, Agung Ayu Surya Djelantik,yang ikut tampil  di panggung PKB ke-46,  menuturkan tari Legong adalah olah tari yang berat dibandingkan yang lain.

Perempuan asal Karangsem ini meyakini kalau berhasil menarikan tarian Legong akan bisa tarian apa pun.

“ Olah tari yang berat dipelajari kalau itu mudah tari yang lain akan mudah,” ujarnya.  

Keperibadian saat ini terpengaruh karena komunitas tari ini. Komunitas menjadikan seperti sekarang. Ia ingar saat sering menarikan tari legong spiritnya dari penonton. “Kalau penontonnya adem ayem kami ikut adem ayem. Antusiasme kami tergantung penonton,” tegasnya. 

 Baca Juga: Eksistensi Puri-Puri di Bali(3): Puri Agung Denpasar Pertahankan Tari Legong Keraton Lasem

Sementara itu,  Agung Arimas, murid Gusti Made Sengog yang dilatihnya tahun 1959. Arimas mengenang  Gusti Made Sengog memiliki fisim kuat dan sangat pintar karema hafal   gerakan setiap tarian. Agung Arimas paling ingat ketika istirahat, Gusti Made Sengog  selalu melatih gerakan mata sambil duduk mengajarkan bagaimana mendelik. 

 

Guru Besar  Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang juga tim kurator, Prof. I Wayan Dibia mengatakan, kriyaloka sangat efektif untuk memperkenalkan kesenian legong pada zamannya. Tentu bisa mendidik  generasi muda. Penonton sangat antusias dibuktikan dengan respons yang dilontarkan. 

 

“Kami ingin anak-anak muda yang sedang belajar tari terlibat.  Harapnya peserta mendapatkan pengalaman aktif,” ucapnya. [habis/ni kadek novi febriani]

Editor : Hari Puspita
#tari legong #pkb #gianyar