DENPASAR, radarbali.id - Sekehe Gong Kebyar Anak-anak Kumara Dharma Duta Laksana, Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan sukses menampilkan materi pementasan sebagai Duta Kota Denpasar pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Anak-anak PKB XLVI pada Minggu (23/6), bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center.
Materi tersebut ditampilkan dengan mebarung bersama Gong Kebyar Anak-anak, Sanggar Warnas Bangli, Duta Kabupaten Bangli.
Di antaranya materi Tabuh Kreasi Baru Kekebyaran 'Arunika;' Tari Tenggek yang merupakan Tari Maskot Fauna Kota Denpasar; dan Tari Dolanan 'Nyikep.'
Baca Juga: DPRD Bali Minta Pakai Istilah Peninggalan Koster-Ace dan Kata Semesta Berencana dan Nangun Sad Kerthi Loka Bali di RPJPD
Kordinator Sekehe Gong Kebyar Anak Kumara Dharma Duta Laksana, Komang Jaya Juliawan menjelaskan Tabuh Kreasi Kekebyaran yang bertajuk 'Arunika' memiliki arti cahaya mentari pagi.
Dalam pementasannya, Arunika dimaknai sebagai cahaya harapan baru, khususnya bagi generasi muda, dengan spirit dan semangat yang disertai ketegaran.
Kemudian Tari Tenggek yang menjadi Tari Maskot Fauna Kota Denpasar telah diciptakan pada tahun 2013. Kedis Tenggek atau Burung Raja Udang adalah burung pemangsa yang kesehariannya hidup di hutan mangrove pesisir pantai selatan Kota Denpasar.
Baca Juga: Kendang Mebarung, Seni Klasik Sukses Arungi Perubahan Zaman,Representasi Pemikiran dan Harmonisasi Konsep Tri Hita Karana
Dilanjutkan dengan penampilan Tari Dolanan 'Nyikep' yang menambah pertunjukan pamungkas dari Duta Kota Denpasar.
Tari Dolanan 'Nyikep' terinspirasi dari pasukan perang kerajaan, yaitu pasukan sikep yang berarti sigap dan siap dalam bertempur.
Adapun kesigapan ini disebutnya telah dikuasai oleh Cokorda Mantuk Ring Rana atau I Gusti Ngurah Made Agung. Dengan kesigapan dan kecerdasan tersebut, anak-anak berkeinginan untuk memainkan sebuah permainan yang dinamakan 'Nyikep.'
Baca Juga: TPST Tidak Efektif, Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah dengan 17 Mesin Hybrid
Alhasil, Tari Dolanan Nyikep berhasil mengudang gelak tawa dari penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra.
“Kami bersyukur mampu memberikan penampilan maksimal. Sehingga latihan dan pembinaan yang kami laksanakan dapat memberikan hasil yang maksimal," ujarnya.
Ia pun merasa bersyukur karena dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar. Hal serupa disampaikan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
“Penampilanya sudah maksimal dan luar biasa. Garapan yang ditampilkan juga sangat apik, terlebih dolanan yang luar biasa membuat penonton tertawa," tuturnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Desak Polda Bali Ungkap Tuntas Mafia Pengoplos Elpiji Bersubsidi hingga Divonis Hukuman oleh Pengadilan
Lebih lanjut, penabuh anak-anak menunrutnya juga tak kalah hebat dengan penabuh dewasa dalam memainkan gambelan gong kebyar. Sekaligus kagum dengan ide serta konsep yang ditampilkan melalui pola tabuh dan tari, termasuk penggunaan propertinya yang disesuaikan dengan tema. ***