Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Jantra Tradisi Digelar, karena Gerit, Dana Dipangkas Eksebisi Ditiadakan

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 1 Juli 2024 | 06:21 WIB
NYARIS PUNAH: Olahraga tradisonal khas Tenganan Karangasem
NYARIS PUNAH: Olahraga tradisonal khas Tenganan Karangasem

DENPASAR, radarbali.id -  Jantra tradisi menjadi ruang bagi para remaja, khususnya bagi mereka yang menekuni olahraga tradisional.

Itu sebabnya, peserta jantra tradisi tahun 2024 terus berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Jantra tradisional merupakan tahun ke-5 diikuti oleh semua kabupaten dan kota di Bali.

Tahun 2024 ini, Jantra Tradisi dipusatkan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau Lapangan Puputan Badung, dari sebelumnya di Lapangan Niti Mandala Renon Bali.

 Baca Juga: Turunkan Tensi Politik Usai Pilpres, Parta Minta KIM Dukung Paslon dari PDI Perjuangan

Kegiatan jantra tahun 2024 ini, tak semeriah dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2023 lalu, ada permaian yang dipertunjukan khusus, bukan dilombakan.

Sebut saja pada sebelumnya ada permainan Magoak-goak, dan pencak silat yang dapat disaksikan oleh pengunjung. Berbeda dengan tahun ini, eksebisi itu tidak ada, mungkin karena dana PKB itu dipangkas. 

Permainan yang dilombakan, yaitu Megala-gala (putra dan putri), Terompah (putra, putri) dan Deduplak khusus untuk peserta putra.

 Baca Juga: Beh! Viral di Media Sosial Pelaku Remas Payudara IRT Terekam CCTV, Ternyata Polisi Belum Mampu Mengungkap

“Sekarang ini lomba megala-gala dan deduplak. Sementara terompah dilombakan kemarin,” kata Kepala Bidang Tradisi dan Warisan Budaya Dinas kabudayaan (Disbud) Bali Ida Bagus Alit Suriana disela-sela kegiatan jantra tradisional Bali, kemarin (29/6/2024).

Kegiatan jantra tradisional Bali terus berkembang. Hal itu dapat dilihat dari peserta yang diikuti oleh semua kabupaten dan kopta di Bali.

Pada tahun-tahun sebelumnya, ada yang mengikuti 1 cabang atau 2 cabang yang diikuti oleh 4 kabupaten dan kota atau 3 kabupaten dan kota. Berbeda dengan tahun ini sudah diikuti oleh 9 kabupaten dan kota yang ikut berpartisipasi. 

 

Hanya saja di tahun ini, Kabupaten Karangasem dan Jembrana tidak mengikuti cabang secara keseluruhan.

“Ini merupakan budaya tradisi untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan rakyat dan olahraga tradisional,” jelasnya.

"Melalui permainan ini kita menjaga kesehatan, persatuan, menyama braya. Ini sejalan dengan tema PKB Jana Kerthi harkat manusia unggul,” pungkasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#olahraga tradisional #jantra tradisi bali #Permainan Tradiaional