Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow! Kecak Kolosal 'Garuda Duta' dari GWK Cultural Park Sukes Memukau Ribuan Penonton di PKB XLVI

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 1 Juli 2024 | 18:21 WIB
MEGAH: Pementasan Tari Kecak GWK di Panggung terbuka Ardha Candra Art Center Bali, Denpasar, Minggu (30/6/2024).
MEGAH: Pementasan Tari Kecak GWK di Panggung terbuka Ardha Candra Art Center Bali, Denpasar, Minggu (30/6/2024).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Beragam kebudayaan lokal Bali dipertunjukkan dalam PKB XLVI, termasuk Tari Kecak Kolosal yang sudah dikenal hingga mancanegara.

Penampilan Tari Kecak Kolosal dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park pun menjadi sorotan utama dalam kemegahan perhelatan Pesta Kesenian Bali XLVI 2024, Minggu petang (30/6/2024). 

Tampak ribuan masyarakat sudah memenuhi Panggung Terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Art Center bahkan sejak dua jam sebelum pertunjukan dimulai.

Kecak kolosal dengan harmonisasi yang megah bertajuk 'Garuda Duta' menceritakan kisah perjalanan Sang Garuda yang mencari Tirta Amerta.

Pementasan disajikan oleh 150 orang penari dan seniman dari sanggar internal GWK maupun sanggar-sanggar yang ada di sekitar GWK. Dikolaborasikan dengan visual yang unik dan lantunan kecak yang magis, serta tata cahaya yang spektakuler.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa menyampaikan penampilan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi GWK Cultural Park, sebagai menjadi bagian dari perhelatan seni budaya terbesar di Bali. 

"Ini adalah bagian dari misi kami untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan seni budaya yang unik dan kaya," tuturnya.

General Manager of Marketing Communication and Event GWK Cultural Park, Andre R. Prawiradisastra turut menambahkan bahwa pertunjukan ini sudah menjadi mimpi GWK sejak tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini saya approach dari tahun 2023 sana akhirnya diberikan kesempatan untuk tampil pertama kalinya (di PKB, red). GWK ingin setiap tahun tampil di PKB dengan konsep yang berbeda," paparnya.

Sekaligus ingin agar masyarakat Bali tahu di GWK ada penampilan Tari Kecak. Art Director Pertunjukan, Anak Agung Gede Agung Rahma Putra menerangkan seluruh penari yang tampil adalah anak muda.

Hal ini menjadi wujud dari upaya GWK untuk meregenerasi Tari Kecak.

"Harapan ke depan Kecak tetap lestari dan kami juga sangat bangga ada generasi muda yang memang mau ikut terjun dalam pelestarian Kecak ini," kata Gungde Rahma.

Penampilan spektakuler dari GWK Cultural Park menuai apresiasi dari Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya.

"Saya juga kaget, ternyata luar biasa dan sangat atraktif, lucu lagi. Saya baru pertama kali nonton Kecak seperti ini, apresiasi acara luar biasa," paparnya.

PKB kali ini pun benar-benar menjadi pestanya masyarakat Bali. Terlebih banyak muda-mudi yang menonton secara langsung, sekaligus menunjukkan kecintaannya pada kesenian Bali.

Lebih lanjut, GWK Cultural Park Bali saat ini memiliki aset dalam pelestarian seni budaya. Mulai dari sanggar tari dan tabuh sendiri, hingga sajian yang sudah menjadi ikon GWK, yakni pertunjukan Tari Kecak. Serta menjadi satu satunya yang menampilkan Ogoh-ogoh yang menceritakan kisah Garuda Wisnu Kencana dari kitab Mahabarata. (ari)

Editor : Rosihan Anwar