DENPASAR, Radarbali.id- Sejumlah pengibing penari Gegandrungan Bancih tampak kerauhan saat kesenian klasik Sekaa Gandrung Pura Majapahit Banjar Munang Maning dan Banjar Samping Buni pentas di PKB XLVI 2024 Duta Denpasar di kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya (Art Centre) Denpasar, Bali, Senin, 1 Juli 2024.
Di mana perkembangan kesenian klasik tabuh dan tari Gandrung di Denpasar sangatlah eksis sebagai bentuk pelestarian kesenian langka dan sakral.
Keindahan dan keunikan kesenian Gandrung yang memadukan gerak tari yang lincah dan harmonisasi suara gamelan Gandrung.
Serta semangat penonton mengibing mampu memberikan suasana pertunjukan yang artistik sebagai peningkatan berkreatifitas berkesenian. Untuk mewujudkan konsep Srada dan Bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan yang Maha Esa.
Sekaa Gandrung pura Majapahit Banjar Munang Maning dan Banjar Samping Buni mengalami puncak kejayaannya di era tahun 1940 an.
Dengan tokoh pinisepuh penari almarhum I Ketut Manda dan penabuh almarhum I Ketut Godra. Dan hingga kini pembinaan masih terus berlangsung dengan koordinator I Made Yudana dan I Wayan Agus Kariada serta seniman tari dan tabuh sebagai generasi pewaris kesenian Gandrung Desa Pemecutan kelod Denpasar Barat ini. ***
Editor : Made Dwija Putera