Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Konser Chrisye Live, Kemendikbud Gencar Lakukan Pengarsipan Warisan Budaya dalam Bentuk Seni Kontemporer

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 19 Agustus 2024 | 14:10 WIB

 

PENGARSIPAN: Konser Chrisye Live di Indonesia Bertutur Nusa Dua Bali.
PENGARSIPAN: Konser Chrisye Live di Indonesia Bertutur Nusa Dua Bali.

MANGUPURA, radarbali.id - Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 yang diselenggarakan di tiga lokasi utama di Bali, yakni Batubulan, Ubud, dan Nusa Dua sejak tanggal 7 Agustus 2024 hingga 18 Agustus ini bertujuan untuk menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan kepada bangsa Indonesia dan menerjemahkannya ke dalam bentuk seni kontemporer yang lebih mudah dinikmati oleh masyarakat masa kinI.

Salah satu penampilan yang menarik di Indonesia Bertutur, yakni  menyelami masa lalu melalui Konser Chrisye Live oleh Erwin Gutawa untuk  bertumbuh di masa d epan Sabtu(17/8) malam, panggung Virama di Pulau Peninsula, Nusa Dua.

Selain itu juga menghadirkan tiga pertunjukan musik yang dinantikan yakni Emoni Bali, band kolaborasi pop-etnik Bali, Made Mawut musisi blues asal Bali yang dikenal dengan lagunya berjudul “100% Merdeka” dan Konser Chrisye Live by Erwin Gutawa.

 Baca Juga: Niat Masak RW, Tiga Pria di Bui Kepergok Bantai Anjing di Jalan Gunung Soputan Denpasar

Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024, Melati Suryodarmo menjelaskan arahan artistiknya berupaya menerjemahkan visi Indonesia Bertutur 2024 lewat program-program seni kontemporer dalam berbagai bidang.

“Sebagai seniman saya  selalu tertarik dengan tradisi dan sejarah budaya. Saya percaya bahwa untuk menjaga keberlangsungan budaya, kita harus mau kembali melihat ke sejarah dan tradisi masa lmpau, agar kita dapat menggali dan mendapatkan pengetahuan serta inspirasi baru  dalam melahirkan karya seni yang sesuai dengan realitas kehidupan saat ini," ungkapnya. 

Khusus konser Chrisye, Erwin melakukan   proses pengumpulan dan penelaahan arsip hasil karya dan  pertunjukan musik Chrisye terdahulu, serta menjahitnya kembali menjadi sebuah narasi baru yang disajikan dengan menggabungkan kecanggihan teknologi dan iringan musik secara langsung. Konsep konser Chrisye Live diklaim sebagai salah satu yang paling inovatif di dunia.

Erwin menyampaikan  Chrisye merupakan seorang legenda dan tokoh musik  Indonesia yang sudah membuat hampir seluruh masyarakat Indonesia lintas generasi jatuh hati dan merasa relevan dengan musik yang dihadirkan.

“Sedikit berbeda dengan beberapa konser Chrisye Live yang pernah disajikan sebelumnya, karena hari ini (17/8) bertepatan dengan Hari Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-79 dan berlokasi di Bali. Ada beberapa footage baru yang kami temukan dan belum pernah kami gunakan sebelumnya, yakni konser Chrisye di Bali, menyanyikan lagu Bali dan konser Chrisye yang memiliki pesan erat dengan kemerdekaan dan kecintaannya terhadap Indonesia.” ujarnya. 

Sementara itu Direktur PMM (Perfilman, Musik dan Media Baru) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) Ahmad Mahendra menerangkan, segala pertunjukkan yang ada mengandung pesan.

Indonesia Bertutur menjadi jembatan masa lalu dan mas depan. Semua pertunjukkan mengandung makna.

“Kami mengangkat kembali arsip-arsip. Soal kearsipan ini diangkat selama ini tidak pernah diangkat,” terangnya seraya menyatakan, bagaimana mau maju di masa depan kalau masa lalu tidak tahu.

Sambung Ahmad, anak muda didorong menjadi subjek bukan penonton. Anak muda banyak menghasilkan karya maka harus ada kolaborasi dalam menciptakan karya tersebut.***

Editor : M.Ridwan
#Indonesia bertutur 2024 #nusa dua #Intur #konser chrisye #pengarsipan