Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Pementasan Drama Tari Calonarang di RTH Bung Karno, Buleleng: Cerita Klasik yang Selalu Memikat Penonton

Muhammad Basir • Selasa, 20 Agustus 2024 | 04:25 WIB

 

TETAP MEMIKAT : Calonarang yang dipentaskan Paguyuban Seni Bali (PSB) di RTH Bung Karno. (Dinas Kebudyaan Buleleng)
TETAP MEMIKAT : Calonarang yang dipentaskan Paguyuban Seni Bali (PSB) di RTH Bung Karno. (Dinas Kebudyaan Buleleng)

Pementasan drama tari Calonarang membius ribuan penonton yang memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, pada Sabtu (17/8/2024) malam lalu. Mereka berduyun-duyun menyaksikan pementasan, hingga mendekati tengah malam.

PEMENTASAN merupakan suguhan Paguyuban Seniman Bali (PSB) serangkaian Buleleng Development Festival (BDF). Pementasan itu menarik perhatian, karena drama tari calonarang sangat jarang dipentaskan.

Ribuan masyarakat pun menyemut di sekitar panggung terbuka. Mereka menyaksikan pementasan mulai dari pukul 21.00 malam hingga pukul 23.30 malam. Masyarakat juga ikut menyaksikan saat sosok yang menjadi wetangan matah, dibawa menuju Catus Pata Desa Adat Buleleng, lalu dibawa kembali menuju RTH Bung Karno.

Ketua PSB Kabupaten Buleleng, Gede Pande Satria Kusuma Yudha mengatakan, drama tari itu mengangkat tema ”Rakyān Purwasidhi Anglukat Lara Roga”.

Tema tersebut mengangkat kisah Mpu Rakyanda Purwasidhi yang berhasil menetralisir kekuatan magis jahat yang menyelimuti Bali Utara.

Menurutnya dalam pementasan calonarang itu, pihaknya harus melakukan persiapan yang matang. Mulai dari prosesi upacara, hingga menghaturkan persembahan di beberapa lokasi, guna memastikan pementasan berjalan lancar.

”Pergelaran ini bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga penghormatan terhadap leluhur yang telah berjuang membersihkan segala malapetaka dan penyakit yang pernah melanda wilayah ini,” ujar pria yang akrab disapa Olit itu. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Calon Arang #pentas seni #buleleng