Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penonton Lecehkan Penari Joged Bumbung, Dampak Kebiasaan Ngibing Jaruh, Begini Klaim Disbud Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 28 September 2024 | 13:15 WIB
KOTOR: Potongan video yang di screenshot dalam praktik pengibing cium penari Joged Bumbung
KOTOR: Potongan video yang di screenshot dalam praktik pengibing cium penari Joged Bumbung

DENPASAR, radarbali.id —Praktik Joged Jaruh (jorok) belum pudar. Kali ini penari  joged  bumbung  diperlakukan tidak elok oleh penonton. Praktik tak terpuji ini terungkap dalam video yang tersebar di media sosial.  

Penari Joged Bumbung yang sedang tampil dicium pipinya.  Padahal dari video itu, penari tampil sewajarnya dari tarian hingga gaun yang dipakai.

Saat sedang menari, ada penonton nyelonong dari belakang langsung mencium pipi penari. Sontak penari tersebut  terkejut, langsung berhenti sebentar  sembari memegang pipinya.

Kendati kesal, penari tersebut melanjutkan menari joged bumbung meski menahan amarah.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof.  I Gede Arya Sugiartha menyesali ada yang berbuat tidak beretika kepada penari. Ia menilai itu terjadi karena dampak  joged bumbung yang jaruh.  

“Kan tidak semua joged bergerak tidak senonoh akhirnya penonton men-stigma dan mengeneralisir jadi semua joged bisa dicium diperlakukan seperti itu,” ungkap kemarin (26/9).  

 Baca Juga: Giliran WNA Nigeria Diusir dari Bali, hingga September Sudah 412 Dideportasi

Seharusnya ngibing saja tidak usah bertindak demikian. Mantan Rektor ISI Denpasar menyalahkan maraknya joged tidak senonoh.

Padahal  banyak yang menari joged sesuai pakem.”Perbandingan hanya 10 persen saja begitu yang viral kan yang 10 persen itu yang vulgar,” cetusnya.

Prof Sugiartha juga mengakui sulit mengendalikan penonton seperti itu terlebih terjadi di depan umum.

Dampak sebaran konten joged jaruh di media sosial tidak bisa dikontrol. Diharapkan masyarakat supaya  tidak mencontoh perbuatan tersebut.

Mencium joged dimuka umum tidak beretika  dan membuat presepsi salah tentang joged. Dinas Kebudaydan diakuinya telah gencar melakukan sosialisasi mengenai joged. Baik secara langsung atau melalui bendesa adat.

“Edukasi sudah melewati Bendesa Adat, mengumpulkan penari joged, edaran, Paiketan Krama Bali bahkan membuat semacam kutukan untuk joged-joged yang merusak moral,” tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#joged jaruh #Dicium #joged bumbung #disbud #dinas kebudayaan bali