radarbali.jawapos.com - Lukisan Go Green Taruparwa,karya Sam Sianata (Liem Sian An) ternyata diminati sebagai ajang berfoto oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Hal ini tampak dari antusias member komunitas Fei Bussiness Club yang meminta berfoto bersama Lukisan Go Green Taruparwa dalam acara gathering yang diselenggarakan di Cafe Shotgun Social Bali, Sanur, Denpasar tanggal 23 September 2024 silam.
Lukisan berdimensi 39 cm x 48 cm yang dibanderol senilai Rp 1 triliun ini, menarik perhatian karena mengemban dua hal besar bagi dunia yaitu menggelorakan semangat menanam pohon agar bumi tetap lestari, sekaligus meggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa (unity) agar dapat diwariskan kepada anak cucu kelak, bumi yang tetap asri dan dunia yang damai
Sam Sianata, sang pelukis menerangkan bahwa animo masyarakat untuk berfoto dengan lukisan Go Green Taruparwa cukup tinggi,bahkan banyak yang menjaprinya agar diberi kesempatan bisa berfoto
"Lukisan Go Green Taruparwa hijau, asri dan menyejukkan" ungkap Ceria Mamonto, anggota Fei Bussiness Club yang juga salah satu penikmat lukisan Go Green Taruparwa.
"Semoga kelak lukisan ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai lokomotif penghijauan dunia" lanjutnya.
Lukisan yang dibuat di tahun 2015 ini memang unik karena satu satunya karya seni di dunia yang dibarengi dengan lagu Go Green Hijaukan tanahmu, yang merupakan satu kesatuan seni,dari dua karya seni yaitu seni lukis dan seni musik dalam satu kesatuan tema yang sama.
Ceria menambahkan bahwa dunia bukan semata milik kita saat ini, namun wajib dilestarikan untuk generasi mendatang.
"Untuk itu semangat melestarikan bumi perlu digaungkan secara terus menerus,salah satunya melalui dunia seni,yaitu Lukisan Go Green Taruparwa yang melekat dengan lagu Go Green Hijaukan tanahmu," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar